Drone Meituan Antar Makanan ke Tembok Besar China

Drone Meituan Antar Makanan ke Tembok Besar China
Foto: Ilustrasi Drone Meituan Antar Makanan ke Tembok Besar China.

Wisatawan yang berkunjung ke Tembok Besar China kini bisa memesan makanan melalui udara. Inovasi ini terekam dalam video viral yang menunjukkan sebuah pesawat nirawak atau drone mengirimkan pesanan langsung ke lokasi wisata yang sulit dijangkau kendaraan.

Dilansir dari Tekno, seorang turis yang merasa lapar saat mendaki situs warisan dunia UNESCO di kawasan Badaling tersebut mencoba memesan makanan. Tak lama kemudian, drone tiba membawa paket pesanannya tepat ke titik pendaratan di area menara pengawas.

Video aksi pengiriman makanan menggunakan drone ini telah menarik perhatian luas di media sosial. Hingga saat ini, unggahan tersebut sudah ditonton lebih dari 2,5 juta kali dan mendapatkan respons positif dari ratusan ribu pengguna internet.

Layanan pengiriman makanan ini dikelola oleh Meituan, perusahaan teknologi ternama asal China yang bergerak di bidang platform pesan-antar. Melalui sistem ini, pengunjung Tembok Besar bisa membeli berbagai kebutuhan mulai dari minuman hingga obat-obatan.

Proses pengiriman dilakukan melalui rute tetap yang menghubungkan depot logistik ke titik pendaratan khusus. Setelah drone mendarat, paket tersebut akan diambil oleh petugas untuk kemudian diserahkan langsung kepada pembeli yang menunggu.

Penggunaan teknologi ini diklaim mampu memangkas waktu tempuh secara drastis dibandingkan kurir manusia. Jika perjalanan kaki menuju menara pengawas membutuhkan waktu sekitar 50 menit, drone hanya memerlukan waktu kurang lebih 5 menit untuk sampai.

Spesifikasi dan Biaya Layanan

Drone yang dioperasikan untuk rute ini memiliki kapasitas angkut barang hingga 2,3 kilogram dalam satu kali penerbangan. Layanan ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2024 sebagai jalur pengiriman drone perdana di wilayah Beijing.

Terkait biaya, konsumen dikenakan tarif pengiriman sebesar 4 yuan atau sekitar Rp 10.000 per pesanan. Harga tersebut dinilai cukup terjangkau karena relatif serupa dengan ongkos kirim layanan reguler di area perkotaan.

Mendorong Ekonomi Ketinggian Rendah

Pemanfaatan teknologi drone di sektor logistik ini merupakan bagian dari visi pemerintah China dalam mengembangkan konsep low-altitude economy. Strategi ini memanfaatkan ruang udara di bawah ketinggian 1.000 meter untuk aktivitas ekonomi berbasis penerbangan umum.

Selain drone, pengembangan ini juga melibatkan teknologi lain seperti electric vertical takeoff and landings (eVTOL). Sejumlah perusahaan teknologi tinggi di berbagai kota, termasuk Hefei, terus mendorong implementasi inovasi ini untuk menjangkau area-area dengan medan yang sulit.

Saat ini, Meituan dan beberapa perusahaan lain telah mengoperasikan puluhan rute drone serupa di berbagai kota di China. Langkah ini telah menghasilkan ratusan ribu pengiriman yang membantu efisiensi logistik di kawasan wisata maupun pemukiman padat penduduk.

Artikel terkait

Rekomendasi