DPRD DKI Jakarta Desak Audit Teknis Jalan Amblas Lenteng Agung

DPRD DKI Jakarta Desak Audit Teknis Jalan Amblas Lenteng Agung
Foto: Ilustrasi DPRD DKI Jakarta Desak Audit Teknis Jalan Amblas Lenteng Agung.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Nabilah Aboebakar Alhabsy mengkritik keras penanganan infrastruktur di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, menyusul amblasnya badan jalan akibat kondisi hong atau beton saluran air yang keropos pada Jumat (29/5/2026).

Kerusakan infrastruktur jalan raya arah Depok ini dilansir dari Investor Daily telah berlangsung sejak Rabu (27/5/2026) malam. Kondisi tersebut memicu reaksi dari legislatif karena area itu baru saja selesai ditambal aspal oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta.

Sebelum pengaspalan dilakukan, jajaran Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta sebenarnya sudah melakukan pengecekan saluran di lokasi tersebut. Nabilah menilai pengerjaan yang tumpang tindih ini memperlihatkan lemahnya koordinasi teknis antarinstansi di lapangan.

"Masyarakat tidak butuh perbaikan yang hanya bertahan hitungan hari. Yang dibutuhkan adalah pekerjaan yang benar-benar tuntas, terintegrasi, dan memiliki kualitas," kata Nabilah menyikapi fenomena jalan rusak tersebut.

Kritik dari wakil rakyat daerah pemilihan Jakarta Selatan ini berfokus pada efisiensi anggaran daerah. Menurut dia, pola kerja tambal sulam hanya akan menghabiskan anggaran tanpa memberikan hasil jangka panjang yang nyata bagi masyarakat.

"Kalau jalan yang baru diperbaiki kemudian kembali amblas, berarti ada persoalan serius dalam perencanaan dan pengawasan pekerjaan. Ini bukan sekadar soal tambal jalan, tetapi menyangkut kualitas kerja pemerintah," ujarnya.

Nabilah menegaskan peristiwa ini tidak boleh dipandang sebagai insiden biasa mengingat dampaknya terhadap keselamatan publik. Kurangnya sinkronisasi membuat satu instansi memicu persoalan baru setelah instansi lain selesai bekerja.

"Jangan sampai uang rakyat terus dipakai untuk memperbaiki titik yang sama berulang kali karena lemahnya koordinasi dan pengawasan," tegas Nabilah.

Legislator tersebut meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera melakukan audit teknis menyeluruh di lokasi. Evaluasi harus mencakup kualitas pengerjaan, kondisi struktur tanah, hingga sistem drainase bawah jalan yang diduga belum tertangani optimal.

"Kita sedang bicara soal keselamatan warga dan kredibilitas pemerintah. Infrastruktur tidak boleh dikerjakan asal jadi," ucap Nabilah.

Pemeriksaan lapangan menunjukkan tanah di bawah badan Jalan Lenteng Agung Raya telah mengalami kekosongan atau kopong. Langkah penanganan lebih lanjut secara menyeluruh kini diserahkan kepada pihak Dinas SDA DKI Jakarta.

Artikel terkait

Rekomendasi