DPR Terima Aspirasi Buruh dan Sampaikan Salam Presiden Prabowo

DPR Terima Aspirasi Buruh dan Sampaikan Salam Presiden Prabowo
Foto: Ilustrasi DPR Terima Aspirasi Buruh dan Sampaikan Salam Presiden Prabowo.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menerima perwakilan massa buruh yang melakukan aksi demonstrasi di depan kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Jumat (1/5/2026). Dalam pertemuan tersebut, pimpinan legislatif menyambut aspirasi kelompok pekerja sekaligus meneruskan pesan khusus dari Presiden Prabowo Subianto.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara ini dihadiri oleh pimpinan dan anggota Komisi IX DPR RI. Dilansir dari Nasional, Dasco sempat menghentikan sejenak kegiatan untuk menerima panggilan telepon dari kepala negara sebelum memulai sesi dialog resmi bersama perwakilan massa.

"Mohon maaf agak terlambat, tadi saya menerima telepon dari Bapak Presiden. Walaupun tadi kawan-kawan tidak bersama dengan presiden merayakan hari buruh, titip salam dari Pak Presiden mengucapkan selamat hari buruh buat kawan-kawan sekalian," kata Dasco, di Gedung DPR RI.

Politikus tersebut tampak sempat berdiri dari kursinya menuju sudut ruangan untuk menyelesaikan percakapan telepon tersebut. Selain Dasco, Wakil Ketua DPR RI lainnya, Cucun Ahmad Syamsurijal, turut mendampingi proses audiensi dengan elemen massa yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak).

Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Sunarno, menjelaskan bahwa kehadiran mereka di gedung legislatif bertujuan untuk menyoroti masalah fundamental di sektor ketenagakerjaan. Ia menegaskan pilihan lokasi aksi ini didasari atas kondisi pekerja di lapangan yang dinilai masih memprihatinkan.

"Pada kesempatan hari ini, memang kami sengaja melakukan aksi di gedung DPR, tidak di Monas bersama Presiden. Kami juga diundang tapi bukan berarti kami apa membenci pemerintahan dan lain sebagainya. Tapi, dengan situasi yang terjadi saat ini atau kondisi ketenagakerjaan yang ada saat ini masih sangat buruk," kata Sunarno.

Pihaknya menekankan bahwa aksi ini menjadi wadah untuk menyampaikan keluhan dari berbagai sektor industri dan jasa. Kelompok buruh mendesak agar suara dari pekerja di tingkat bawah mendapatkan perhatian serius dari para pembuat kebijakan di parlemen.

"Artinya kami masih ingin menyuarakan apa yang menjadi aspirasi dari kawan-kawan di grassroot, baik di industri manufaktur, di kawasan-kawasan industri, di perkebunan, di pertambangan, tenaga medis, tenaga kesehatan, tenaga pendidik, dan lain sebagainya," sambung Sunarno.

Salah satu poin utama yang menjadi tuntutan massa adalah segera dibentuknya Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru. Hal ini berkaitan erat dengan tindak lanjut atas putusan Mahkamah Konstitusi mengenai Undang-Undang Cipta Kerja yang dinilai perlu segera disesuaikan melalui mekanisme legislasi.

"Hari ini kami melakukan aksi di Gedung DPR bersama kawan-kawan Gebrak. Kami datang untuk mendesak DPR agar segera membahas RUU Ketenagakerjaan yang baru dengan melibatkan serikat buruh," kata Sunarno.

Elemen massa menilai pembaruan regulasi tersebut sangat mendesak karena mencakup aturan mengenai pengupahan hingga status hubungan kerja. Audiensi ini diikuti oleh berbagai organisasi masyarakat serta mahasiswa yang turut mendukung tuntutan para pekerja dalam momentum May Day 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi