DPR Desak Mitigasi Risiko Pengiriman 742 Prajurit TNI ke Lebanon

DPR Desak Mitigasi Risiko Pengiriman 742 Prajurit TNI ke Lebanon
Foto: Ilustrasi DPR Desak Mitigasi Risiko Pengiriman 742 Prajurit TNI ke Lebanon.

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Nasdem Amelia Anggraini mendesak pemerintah untuk memperketat mitigasi risiko menyusul rencana pengiriman kembali 742 personel TNI dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon pada Jumat (15/5/2026). Langkah ini bertujuan mencegah berulangnya insiden gugurnya prajurit di medan tugas.

Permintaan tersebut muncul sebagai respons atas situasi keamanan di Timur Tengah yang terus mengalami eskalasi. Berdasarkan data yang dilansir dari Nasional, pemerintah tetap melanjutkan komitmen pengiriman pasukan meskipun dinamika di perbatasan Israel-Lebanon masih sangat fluktuatif.

"Jangan sampai peristiwa yang beberapa bulan lalu terjadi lagi dan menimpa prajurit kita yang sedang melaksanakan misi perdamaian PBB," ujar Amelia Anggraini, Anggota Komisi I DPR Fraksi Nasdem.

Amelia menekankan bahwa kesiapan personel, dukungan logistik, hingga skenario evakuasi darurat harus disiapkan secara matang. Hal ini mencakup prosedur perlindungan pasukan dan kemampuan menghadapi ancaman asimetris di lapangan.

"Saya memandang keberlanjutan pengiriman pasukan perdamaian ke Lebanon merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan dan mendukung mandat perdamaian dunia di bawah United Nations, meskipun dinamika keamanan di perbatasan Israel-Lebanon masih sangat fluktuatif dan memerlukan pengawasan serta evaluasi berkala terhadap tingkat ancaman di lapangan," jelas Amelia Anggraini, Anggota Komisi I DPR Fraksi Nasdem.

Penegasan mengenai pentingnya aturan pelibatan dan dukungan intelijen juga disampaikan Amelia guna meminimalisir risiko keselamatan personel selama menjalankan mandat internasional tersebut.

"Kami di Komisi I DPR RI mendukung langkah pemerintah terutama Kemhan dan TNI untuk terlibat dalam misi-misi perdamaian dunia yang dilakukan oleh PBB," imbuh Amelia Anggraini, Anggota Komisi I DPR Fraksi Nasdem.

Catatan resmi menunjukkan bahwa sebanyak empat prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Konga UNIFIL telah gugur akibat serangan pada 29 Maret 2026 silam. Di tengah kondisi tersebut, Menteri Luar Negeri Sugiono telah memberikan arahan khusus kepada para prajurit dalam rapat koordinasi pada Senin (11/5/2026).

"Tempat kalian ditugaskan adalah tempat yang tidak damai sama sekali dan penuh risiko. Artinya, kemampuan dan keterampilan sebagai prajurit harus disiapkan dan digunakan dengan sebaik-baiknya," kata Sugiono, Menteri Luar Negeri.

Artikel terkait

Rekomendasi