Komisi VIII DPR RI mengingatkan seluruh jemaah haji Indonesia untuk mewaspadai risiko serangan panas atau heatstroke akibat paparan suhu tinggi ekstrem yang saat ini menyelimuti kota Makkah dan Madinah, Arab Saudi.
Ancaman cuaca ekstrem tersebut dinilai dapat menguras tenaga jemaah serta berpotensi membahayakan keselamatan jiwa, terutama bagi kelompok lanjut usia dan jemaah yang memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti dilansir dari Media Indonesia.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania, meminta para jemaah untuk disiplin mematuhi seluruh arahan dari petugas kesehatan serta petugas haji demi menjaga kondisi fisik tetap stabil selama beribadah pada Minggu (17/7).
"Jemaah juga harus mematuhi arahan petugas kesehatan dan petugas haji demi keselamatan bersama. Jangan memaksakan diri apabila kondisi tubuh kurang fit, karena kesehatan dan keselamatan jemaah harus menjadi prioritas utama agar ibadah berjalan lancar dan khusyuk," kata Dini Rahmania, Anggota Komisi VIII DPR RI.
Politisi Fraksi Partai NasDem tersebut menjelaskan bahwa peningkatan suhu tubuh secara drastis akibat dehidrasi atau paparan panas berlebihan dapat memicu kondisi medis serius. Gejala serangan panas ini meliputi pusing, badan lemas, mual, kulit panas, hingga hilangnya kesadaran jemaah.
"Perbanyak konsumsi air putih dan vitamin, serta menghindari aktivitas berlebihan di bawah terik matahari," ujar Dini Rahmania, Anggota Komisi VIII DPR RI.
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi melalui media sosial resminya turut mengeluarkan imbauan serupa agar jemaah meningkatkan kewaspadaan terhadap kenaikan suhu udara. Otoritas setempat meminta jemaah rutin minum air tanpa menunggu haus, menggunakan payung berwarna terang, serta beristirahat secara berkala di tempat teduh.