Penulis : Imam Suhartadi 29 Mei 2026 | 18:46 WIB
JAKARTA, investor.id ÔÇô Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Zainal Munasichin mengatakan, berada di komisi yang bermitra dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) membuatnya perlu mendorong pengambilan kebijakan yang moderat.
Langkah ini diambil guna menghindari kebijakan yang ekstrem pada satu sisi, baik ekstrem dari sudut pandang kesehatan maupun ekstrem dari sudut pandang ketenagakerjaan.
Hal ini menanggapi berbagai aturan turunan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 lainnya, seperti usulan penerapan kemasan polos yang melanggar HAKI hingga pelarangan bahan tambahan yang dapat mengganggu proses produksi. Berbagai aturan tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada kemampuan industri menjaga keberlangsungan tenaga kerja dan menurunnya kontribusi ekonomi dari sektor tembakau.
Berbagai aturan tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada kemampuan industri menjaga keberlangsungan tenaga kerja dan menurunnya kontribusi ekonomi dari sektor tembakau.
Data terbaru dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyebut jumlah pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) mencapai 15.425 orang pada Januari-April 2026. Sumber data yang sama menyebutkan bahwa sebanyak 8.389 pekerja di Indonesia tercatat mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada periode Januari hingga Maret 2026.
Lonjakan angka PHK pada periode Maret-April tersebut mencakup tenaga kerja yang terdaftar sebagai peserta program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Pendekatan jalan tengah didasarkan pada pemenuhan kepentingan nasional yang utama.
ÔÇ£Setiap kebijakan yang diambil, kami harap mempertimbangkan secara utuh dari semua aspek yang ada, baik kesehatan, dan juga ekonomi, dari industri, ketergantungan lapangan kerja, dan sebetulnya juga saat ini memang dari sisi fiskal kita sangat memerlukan secara bersamaan,ÔÇØ kata Zainal Munasichin daalam keterangannya di Jakarta, Jumat (29/5/2026).
Dia mengatakan, penentuan batasan kadar nikotin dan tar memerlukan landasan data yang kuat melalui penelitian yang komprehensif dan komparatif.
Riset mendalam diperlukan untuk mengukur secara tepat karena pengetatan regulasi tersebut akan memengaruhi perekonomian industri rokok dan para petani yang berkaitan di sektor tersebut.
Pertimbangan ekonomi dengan besarnya kontribusi dari sektor tembakau terhadap pendapatan negara juga tidak bisa dikesampingkan.
Dia mengingatkan, penerimaan negara dari cukai hasil tembakau (CHT) memiliki peran yang signifikan dalam menopang pembiayaan program-program pemerintah, termasuk jaminan kesehatan nasional melalui Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan. ÔÇ£Kita ingin melihat ini sesuatu yang proporsional,ÔÇØ ujarnya.
Dia menyatakan, Komisi IX DPR RI yang membidangi isu kesehatan sekaligus ketenagakerjaan saat ini berada dalam posisi yang dilematis karena harus menyelaraskan dua kepentingan. Hanya saja, dia menegaskan perumusan kebijakan perlu merujuk pada pertimbangan mengenai penentuan potensi dampak terburuk yang harus dihindari terlebih dahulu.
"Untuk menentukan mana kerusakan yang harus kita hindari yang paling besar itu, memang dibutuhkan penelitian yang komprehensif dan komparatif. Misalnya bahwa, kalau misalnya kebijakan tentang nikotin dan tar ini mau kita ketatkan dalam rangka untuk kepentingan kesehatan, maka dampak terhadap industri rokok, para petani tembakau sampai seberapa. Baru nanti kita bisa menentukan," kata Zainal.
Dia mengatakan, faktor kesehatan memang penting tetapi implementasi pembatasan kadar nikotin dan tar diharapkan dapat berjalan secara bertahap dengan melihat kenyataan realitas di industri dan petani tembakau.
Pemerintah diharapkan dapat menyelesaikan terlebih dahulu problematika yang dihadapi oleh para pelaku di sektor pertembakauan dari hulu hingga hilir.
"Jadi kebijakan soal nikotin dan tar, termasuk juga rokok itu harus bertahap. Kita harus selesaikan dulu problematika-problematika yang ada di industri rokok dan juga di petani tembakau. Ada nggak desain diversifikasi dari produk rokok? Kalau enggak kita siapkan, industri alternatifnya kolaps. Jadi kita harus siapkan, kalau mengambil kebijakan yang satu sisi, itu harus melihat sisi yang lain," tutup Zainal.
Editor: Imam Suhartadi
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Kesadaran Kesehatan Pencernaan Meningkat, Yakult Hadirkan Inovasi Baru
Keberlanjutan Dunia Usaha Butuh Kepastian Hukum
Insulin Basal Mingguan dari Novo Nordisk Jadi Alternatif Pengobatan Diabetes
Bio Farma Memperluas Kolaborasi untuk Mendukung Pengembangan Industri Halal
Dharma Pongrekun Ajukan Uji Materi UU Kesehatan ke MK
National 2 menit yang lalu Pemerintah Disarankan Tempuh Kebijakan Moderat Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Zainal Munasichin mengatakan, berada di komisi yang bermitra dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) membuatnya perlu mendorong pengambilan kebijakan yang moderat.
Business 12 menit yang lalu Libur Panjang Iduladha, 321 Ribu Kendaraan Tercatat Keluar Jabotabek Jasa Marga mencatat jumlah kendaraan yang keluar Jabotabek pada Selasa-Rabu (26-27 Mei 2026) mencapai 321.039 kendaraan.
National 12 menit yang lalu Iduladha Jadi Momentum Memperkuat Persatuan dan Kesatuan Bangsa Ketua Dewan Pimpinan Daeah Lembaga Dakwah Islam Indonesi (DPD LDII) Jakarta Selatan, Mulyono mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas tingginya antusiasme serta kepedulian warga dalam berkurban tahun ini.
National 16 menit yang lalu Sambut Hari Lahir Pancasila, BPIP Gaungkan Semangat Persatuan Bangsa BPIP mengajak seluruh elemen bangsa terutama para pemuda untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology.
Business 42 menit yang lalu Dharma Jaya Layani Pemotongan Hewan Kurban untuk Berbagai Instansi Dharma Jaya kembali melayani pemotongan hewan kurban bagi instansi dengan proses ASUH dan Juleha bersertifikat
Market 48 menit yang lalu Prediksi Harga Emas Antam (ANTM) Sabtu 30 Mei 2026 Harga emas Antam (ANTM) diproyeksi bergerak ke level ini pada Sabtu, 30 Mei 2026