Lembaga filantropi Dompet Dhuafa mengusung kampanye "Berzakat itu Kalcer" di Jakarta pada Rabu (11/2/2026) guna menyambut Ramadan 1447H. Langkah ini diambil karena budaya berbagi telah menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia yang dikenal sebagai negara paling dermawan di dunia, seperti dilansir dari Investortrust.
"Kenapa kita pilih kalcer? Kalcer itu adalah bagian dari lifestyle. Budaya atau kultur atau keseharian memang budaya berbagi itu sudah menjadi lifestyle bagi masyarakat Indonesia," kata Sulistiqamah, Ketua Ramadan 1447H Dompet Dhuafa dalam konferensi pers di Top Golf Fatmawati.
Pihak penyelenggara menyiapkan sejumlah program pemberdayaan unggulan sepanjang bulan suci tersebut, salah satunya adalah Mudik Culture. Penyelenggaraan mudik gratis tahunan ini ditargetkan menyasar ratusan warga untuk dipulangkan ke berbagai wilayah di Pulau Jawa dan Sumatra.
"Mudik Culture ini kita memberangkatkan 750 jiwa di titik Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung. Dan ini sekitar 15 bus yang akan kami berangkatkan sekitar H-7 lebaran," ujarnya.
Program unggulan berikutnya yang diluncurkan adalah Ber-Ojol atau Bantu Rawat Kendaraan Ojek Online. Melalui program ini, layanan perbaikan sepeda motor secara gratis akan diberikan kepada ribuan pengemudi ojek online di wilayah Jabodetabek dengan kriteria pendapatan tertentu.
"Kita akan men-servis gratis 1.447 motor ojek online secara gratis dengan syarat dan ketentuan berlaku. Tentunya ojek-ojek yang memang pendapatannya 3 juta ke bawah ya, yang berhak menerima dana zakat," ungkapnya.
Dalam pelaksanaan servis kendaraan tersebut, Dompet Dhuafa menjalin kemitraan dengan 20 bengkel kecil yang sudah melewati proses asesmen. Para pengemudi ojek online yang terpilih juga akan mendapatkan bantuan pangan tambahan berupa beras zakat fitrah.
"Selain dapat servis motor gratis, para Ojol ini juga kita kasih TZF ya, Tebar Zakat Fitrah. Jadi dapat beras zakat fitrah yang kami himpun, dan dapat dua kantong. Yang satu kantong buat keluarganya, satu kantong diantarkan ke tetangga, teman terdekat yang tidak mampu di sekitar lingkungan rekan-rekan Ojol," ungkapnya.
Selain bantuan untuk ojek online, lembaga ini menginisiasi Program Borong Dagangan Saudaramu dengan mengalokasikan dana zakat harian bagi pelaku UMKM yang memenuhi kriteria. Upaya pemberdayaan ekonomi ini akan berjalan penuh selama satu bulan.
"Satu borongan UMKM itu senilai 2 juta rupiah. Ini akan kami lakukan selama bulan Ramadan, 30 hari bulan Ramadan kami akan memborong dagangan UMKM," tuturnya.
Berbagai program lain turut disiapkan meliputi Yatim Remember (Ramadan Meriah Penuh Berkah), Recovery Sumatra, penyaluran bantuan kemanusiaan ke Palestina, serta program reguler berbasis Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (Ziswaf). Guna memperluas jangkauan dan mempermudah akses partisipasi masyarakat, jejaring kemitraan baru juga resmi dibentuk.
Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika Ahmad Juwaini menambahkan bahwa Dompet Dhuafa menghadirkan beragam layanan untuk memudahkan masyarakat berpartisipasi di berbagai kebaikan bersama Dompet Dhuafa. Salah satunya, tahun ini Dompet Dhuafa menggandeng kolaborasi baru Unit Usaha Syariah PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia).
Kerja sama antara lembaga filantropi dan sektor perbankan ini diharapkan mampu memadukan keandalan sistem teknologi keuangan dengan pengelolaan dana sosial yang transparan. Direktur Perbankan Syariah Maybank Indonesia Romy Buchari menjelaskan bahwa integrasi ini ditujukan untuk mengoptimalkan kemudahan transaksi bagi para muzaki.
"Sinergi ini menjadikan pembayaran zakat, infak, dan sedekah dapat dilakukan secara lebih praktis, rutin, dan transparan, sehingga kebaikan dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat secara berkelanjutan," ungkap Romy Buchari, Direktur Perbankan Syariah Maybank Indonesia.