Tim medis di Yunani melakukan operasi pembedahan untuk mengangkat 10 larva dan satu pupa lalat parasit dari sinus maksilaris seorang wanita berusia 58 tahun pada Rabu, 15 April 2026. Prosedur ini dilakukan setelah pasien mengeluhkan nyeri wajah kronis dan batuk parah selama tiga minggu.
Kondisi medis langka ini terungkap ketika pasien bersin hingga mengeluarkan organisme menyerupai cacing dari lubang hidungnya. Berdasarkan laporan medis yang dipublikasikan dalam jurnal CDC Emerging Infectious Disease, fenomena ini dikategorikan sebagai kasus miasis hidung yang tidak biasa.
Hasil analisis visual dan tes DNA mengidentifikasi parasit tersebut sebagai larva lalat bot domba atau Oestrus ovis, sebagaimana dilansir dari Detik Health. Spesies ini umumnya hanya menyerang saluran pernapasan domba dan kambing, sehingga infeksinya pada manusia dianggap sebagai penyakit zoonosis.
Pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan bahwa salah satu larva telah mencapai tahap pupasi, sebuah fase perkembangan serangga yang sebelumnya dinilai tidak mungkin terjadi secara biologis di dalam tubuh mamalia. Tim peneliti menduga kelainan septum hidung pasien menyebabkan larva terperangkap sehingga terus berkembang.
"Lalat bot O ovis jarang menyerang manusia, paling sering meletakkan larva di kantung konjungtiva yang terletak di antara kelopak mata dan bola mata," tulis penulis laporan tersebut mengenai keunikan lokasi infeksi pada kasus ini.
Pasien yang bekerja di area terbuka dekat peternakan domba tersebut diduga terpapar larva saat beraktivitas di lingkungan luar ruangan. Paparan ini memicu infeksi pada rongga sinus yang awalnya hanya dirasakan sebagai nyeri wajah biasa sebelum memburuk menjadi batuk intens.
Setelah operasi pengangkatan seluruh larva dan pemberian obat dekongestan hidung oleh spesialis THT, pasien dilaporkan telah sembuh total tanpa komplikasi lanjutan. Para ahli menekankan pentingnya kewaspadaan bagi pekerja di sektor peternakan terhadap potensi penularan parasit hewan ke manusia.