Muslim Amalkan Doa Nabi Yunus untuk Memohon Ampunan dan Hajat

Muslim Amalkan Doa Nabi Yunus untuk Memohon Ampunan dan Hajat
Foto: Ilustrasi Muslim Amalkan Doa Nabi Yunus untuk Memohon Ampunan dan Hajat.

Umat Muslim mengamalkan doa Nabi Yunus AS yang bersumber dari Al-Qur'an untuk memohon pengabulan hajat dan ampunan dosa pada Sabtu, 18 April 2026. Doa ini memiliki nilai sejarah saat Nabi Yunus bertahan hidup di dalam perut ikan besar setelah meninggalkan kaumnya di Ninawa, Irak.

Kisah tersebut bermula saat sang nabi menumpang sebuah bahtera yang kelebihan muatan. Melalui proses pengundian untuk menyelamatkan kapal, nama Nabi Yunus muncul berkali-kali hingga ia akhirnya dibuang ke laut dan ditelan oleh ikan paus atas izin Allah SWT.

Selama berada di dalam kegelapan perut ikan tersebut, Nabi Yunus melantunkan doa yang kini diabadikan dalam Surah Al-Anbiya ayat 87. Kalimat ini berisi pengakuan atas keesaan Tuhan dan permohonan maaf atas kezaliman diri sendiri.

"Tidak ada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim." bunyi arti doa tersebut dilansir dari Detikcom.

Terdapat beberapa keutamaan bagi mereka yang konsisten membaca doa ini dalam keseharian. Berdasarkan hadits riwayat Al-Hakim, Rasulullah SAW memberikan penegasan mengenai kemanjuran doa yang dipanjatkan oleh Dzun Nun atau Nabi Yunus tersebut.

"Doanya Dzun Nun (Nabi Yunus) saat berdoa di dalam perut ikan, laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minal zalimin. Tidaklah seorang muslim berdoa dalam hal apa pun, melainkan Allah akan mengabulkannya." sabda Rasulullah SAW.

Selain pengabulan hajat, amalan ini diyakini mampu memberikan kemudahan saat seseorang menghadapi kesulitan hidup serta menjadi wasilah agar dosa-dosa diampuni. Tata cara pengamalannya meliputi kondisi suci, menghadap kiblat, dan dimulai dengan memuji Allah SWT serta bershalawat.

Mengenai durasi Nabi Yunus berada di dalam perut ikan, para ulama memiliki sejumlah perbedaan pendapat. As-Sya'bi menyebutkan durasi hanya beberapa jam dari pagi hingga sore, sementara Qatadah menyebutkan waktu tiga hari.

Pendapat lain datang dari Ja'far Ash Shadiq yang menyatakan waktu selama tujuh hari. Di sisi lain, Sa'id bin Abu Hasan dan Abu Malik berpendapat bahwa Nabi Yunus mendekam di dalam perut ikan selama 40 hari sebelum akhirnya dikeluarkan kembali.

Artikel terkait

Rekomendasi