Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago menekankan pentingnya fungsi Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai pengayom masyarakat yang nyata. Penegasan tersebut disampaikan saat memberikan pembekalan kepada para taruna di Akademi Kepolisian, Semarang, pada Jumat (8/5/2026).
Dilansir dari Nasional, purnawirawan jenderal tersebut mengingatkan agar peran polisi sebagai pelindung tidak berhenti pada tataran jargon semata. Institusi Polri diharapkan mampu membentuk karakter yang menjadi teladan sehingga mendapatkan kepercayaan dan cinta dari rakyat.
"Sadarilah bahwa menjadi perwira polisi adalah pengabdian, bukan sekadar profesi. Pangkat ada waktunya, jabatan ada masanya, tetapi pengabdian kepada bangsa harus dilakukan sepanjang hidup," kata Djamari, dikutip dari situs resmi Kemenko Polkam.
Djamari memandang penerapan nilai pelindung secara konkret sangat krusial dalam menjalankan tugas kepolisian sehari-hari. Hal ini bertujuan agar Polri bertransformasi menjadi lembaga yang benar-benar dekat di hati masyarakat.
"Kepolisian harus mampu menjadi institusi yang dicintai rakyat. Polisi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat jangan hanya menjadi slogan, tetapi harus benar-benar diterapkan," ujar Djamari melanjutkan.
Tantangan letak geografis Indonesia yang luas dan keragaman budaya turut menjadi perhatian Menko Polkam. Dia menginstruksikan para taruna untuk memiliki kesiapan ditempatkan di seluruh penjuru negeri demi memperluas perspektif kenegaraan.
"Pengalaman tersebut akan memperkaya wawasan kebangsaan kita," tutur Djamari.
Kepemimpinan internal di tubuh korps Bhayangkara juga menjadi poin utama dalam arahan tersebut. Djamari meminta para calon perwira untuk membangun kedekatan emosional dan terlibat langsung dalam kegiatan operasional bersama personel di lapangan.
"Bersama-samalah kalian dengan anak buah dalam setiap tugas. Tempat terbaik seorang pimpinan adalah bersama anak buahnya. Sayangi anak buahmu sebagaimana kamu ingin diperlakukan dengan baik oleh atasanmu," ujar Djamari.