Diterjang Angin Kencang, 58 Huntara Korban Banjir Aceh Utara Rusak Parah 2026

Diterjang Angin Kencang, 58 Huntara Korban Banjir Aceh Utara Rusak Parah 2026
Foto: Diterjang Angin Kencang, 58 Huntara Korban Banjir Aceh Utara Rusak Parah 2026. (Illustration by Pexels)

Bencana cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Aceh Utara dan mengakibatkan kerusakan pada puluhan hunian sementara (huntara). Angin kencang yang terjadi sejak Selasa lalu ini menyasar bangunan yang dihuni oleh para penyintas banjir bandang.

Kecamatan Langkahan menjadi wilayah yang paling terdampak oleh terjangan angin kencang tersebut. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), kerusakan bangunan didominasi pada bagian atap yang terlepas atau hancur.

Daftar Kerusakan Huntara di Berbagai Desa

Berikut adalah rincian jumlah kerusakan hunian sementara di wilayah terdampak:

  • Desa Rumoh Rayeuk: Menjadi lokasi terdampak paling parah dengan total 36 unit hunian mengalami kerusakan dari tingkat ringan hingga berat.
  • Desa Geudumbak: Tercatat sebanyak 10 unit hunian mengalami kerusakan, di mana empat unit di antaranya masuk dalam kategori rusak berat.
  • Desa Buket Linteung: Sebanyak tujuh unit hunian di Dusun Leubok Meuku mengalami rusak berat, serta terdapat satu tempat ibadah yang ikut terdampak.
  • Desa Langkahan: Sebanyak lima unit hunian dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat terjangan angin.

Hingga saat ini, pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, petugas di lapangan masih terus melakukan pendataan terkait jumlah warga yang harus mengungsi akibat huniannya tak lagi layak pakai.

Kondisi Terkini dan Penanganan Petugas

Tabel ringkasan kategori kerusakan hunian sementara di Kecamatan Langkahan:

Lokasi Desa Rusak Berat Rusak Sedang Rusak Ringan Total
Rumoh Rayeuk 11 20 5 36
Geudumbak 4 4 2 10
Buket Linteung 7 0 0 7
Langkahan 0 0 5 5

Total sebanyak 58 unit hunian sementara terdampak oleh cuaca buruk ini. Data ini merupakan hasil verifikasi sementara yang dilakukan oleh tim reaksi cepat di lokasi kejadian.

Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti, mengonfirmasi bahwa tim saat ini sedang fokus menangani kebutuhan mendesak para pengungsi. Cuaca di wilayah Aceh Utara dilaporkan sudah mulai membaik dibandingkan hari sebelumnya.

Sebagai langkah antisipasi, warga mulai mengamankan barang-barang berharga mereka ke tempat yang lebih kokoh. Hal ini dilakukan guna menghindari kerugian lebih besar jika terjadi cuaca buruk susulan di masa peralihan musim.

BPBA terus mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Kewaspadaan sangat diperlukan mengingat cuaca ekstrem dapat terjadi secara tiba-tiba di sejumlah wilayah Aceh.

Artikel terkait

Rekomendasi