Dinkes Sleman Buka Suara Soal Dugaan Malapraktik di RSUD Prambanan 2026 yang Viral

Dinkes Sleman Buka Suara Soal Dugaan Malapraktik di RSUD Prambanan 2026 yang Viral
Foto: Dinkes Sleman Buka Suara Soal Dugaan Malapraktik di RSUD Prambanan 2026 yang Viral. (Illustration by Pexels)

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman akhirnya memberikan tanggapan resmi mengenai kasus dugaan malapraktik yang terjadi di RSUD Prambanan. Kasus ini mencuat setelah seorang balita berusia hampir empat tahun, Naura Dwi Medyta Putri, meninggal dunia pasca menjalani tindakan CT scan.

Kematian bocah tersebut diduga dipicu oleh pemberian tiga dosis obat penenang melalui cairan infus sebelum prosedur medis dilakukan. Laporan menyebutkan bahwa korban sempat mengalami muntah darah hingga kejang berulang kali sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Komitmen Penyelesaian Secara Prosedural

Kepala Dinkes Sleman, Cahya Purnama, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk menuntaskan permasalahan ini sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. Pemerintah Kabupaten Sleman juga turut memberikan dukungan guna memastikan proses penyelesaian berjalan transparan.

Hingga saat ini, pihak otoritas kesehatan terus menjalin komunikasi intensif dengan lembaga bantuan hukum yang mendampingi keluarga korban. Cahya menyebut bahwa penilaian terkait dugaan malapraktik akan sangat bergantung pada hasil pemeriksaan medis secara menyeluruh.

Poin penting dalam penanganan kasus dugaan malapraktik ini:

  • Pemeriksaan akan fokus pada ada tidaknya unsur kesengajaan atau mens rea dalam tindakan medis tersebut.
  • Jika memenuhi kriteria hukum kesehatan, kasus ini akan dikategorikan sebagai lex specialis.
  • Hingga laporan terakhir diterima, pihak Dinkes masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut terhadap tenaga medis yang terlibat.
  • Pihak direktur rumah sakit turut bertanggung jawab sebagai pucuk pimpinan manajemen fasilitas kesehatan tersebut.

Dinkes Sleman memastikan bahwa setiap tahapan akan diawasi secara ketat untuk mengungkap fakta di balik insiden tersebut. Langkah ini diambil guna memberikan keadilan bagi pihak keluarga korban sekaligus mengevaluasi pelayanan kesehatan di wilayah Sleman.

Audit Medis Internal RSUD Prambanan

Direktur RSUD Prambanan, Ratih Susila, mengungkapkan bahwa pihak rumah sakit telah merampungkan audit medis internal. Audit tersebut melibatkan komite etik dan komite medik untuk meninjau kembali prosedur yang dilakukan oleh tim dokter di lapangan.

Ratih menjelaskan bahwa penanganan medis terhadap almarhumah Naura dilakukan oleh dokter spesialis anak yang hingga kini statusnya masih aktif bertugas. Meski demikian, ia belum bersedia memberikan rincian teknis terkait pemberian obat penenang yang dipersoalkan pihak keluarga.

Ringkasan status terkini penanganan kasus di RSUD Prambanan:

Aspek Penanganan Keterangan Saat Ini
Status Dokter Dokter spesialis anak, masih aktif bertugas.
Audit Internal Telah selesai dilakukan oleh Komite Etik dan Medik.
Koordinasi Keluarga Sedang menunggu jadwal pertemuan dengan kuasa hukum keluarga.
Laporan Polisi Terdaftar dengan nomor LP/B/319/V/2026/SPKT/POLDA DIY.

Data di atas merangkum posisi RSUD Prambanan dalam menghadapi tuntutan hukum yang diajukan oleh keluarga korban. Pihak manajemen berjanji akan memberikan keterangan lebih mendalam melalui konferensi pers dalam waktu dekat.

Menunggu Penjelasan Medis Secara Resmi

Mengenai isu ketidakhadiran dokter anestesi saat pemberian obat penenang, Ratih Susila menyatakan akan memberikan penjelasan lengkap pada saat jumpa pers nanti. Ia bersama tim medis terkait masih melakukan konsolidasi internal untuk mempersiapkan data yang diperlukan.

Di sisi lain, ibunda korban, Anastacia, telah resmi membawa kasus ini ke ranah hukum sejak 17 Mei lalu. Keluarga berharap ada titik terang mengenai penyebab pasti kematian sang buah hati yang diduga akibat kelalaian prosedur medis.

Pemerintah daerah berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh fasilitas kesehatan di Sleman. Evaluasi terhadap kondisi pasien dan kesesuaian dosis obat menjadi fokus utama dalam penyelidikan yang tengah berjalan saat ini.

Artikel terkait

Rekomendasi