Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mempercepat penyelesaian proyek pembangunan Jalan Layang (Flyover) Latumenten yang berlokasi di Jakarta Barat. Memasuki pertengahan tahun 2026, pengerjaan konstruksi saat ini difokuskan pada pemasangan struktur atas di area persimpangan yang memiliki volume lalu lintas sangat tinggi.
Dilansir dari Media Indonesia, Kepala Dinas Bina Marga menyatakan bahwa saat ini progres pembangunan telah menyentuh angka 78 persen. Akselerasi pengerjaan dilakukan dengan menambah intensitas kerja pada malam hari untuk memasang gelagar beton (box girder) tanpa menghentikan total arus lalu lintas di bawahnya.
Proyek ini dirancang untuk menghilangkan titik konflik di perlintasan sebidang kereta api yang selama ini menjadi penyebab utama kemacetan di ruas jalan Latumenten. Dengan percepatan ini, diharapkan uji coba fungsional dapat dilakukan pada kuartal keempat tahun 2026.
Sehubungan dengan adanya pekerjaan berat di median jalan, Dinas Perhubungan memberlakukan penyempitan lajur di beberapa titik. Masyarakat diimbau untuk memperhatikan jadwal pengerjaan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Dinas Perhubungan DKI Jakarta memberlakukan rekayasa lalu lintas di Flyover Latumenten Grogol hingga 5 Juni 2026 terkait pemasangan girder. Beberapa jalur alternatif yang direkomendasikan antara lain pengalihan arus via Jalan Tubagus Angke untuk kendaraan dari arah Utara.
Pengendara juga dapat menggunakan ruas Tol Dalam Kota (Grogol-Pluit) untuk menghindari area konstruksi. Sementara itu, jalur arteri Tanjung Duren dapat dimanfaatkan bagi pengguna kendaraan roda dua.
Informasi Penting bagi Pengendara
Pekerjaan pengangkatan material berat biasanya dilakukan mulai pukul 22.00 WIB hingga 04.00 WIB. Pada jam tersebut, potensi penutupan jalan sementara dapat terjadi sewaktu-waktu demi keamanan pengguna jalan.
Secara teknis, jalan layang ini akan memisahkan arus kendaraan lokal dengan kendaraan yang menuju arah Pluit atau Bandara Soekarno-Hatta. Hal ini tidak hanya mengurangi kemacetan, tetapi juga meningkatkan aspek keselamatan transportasi dengan meniadakan pertemuan langsung antara kendaraan bermotor dan kereta api komuter.
Target penyelesaian konstruksi secara keseluruhan dijadwalkan pada akhir tahun 2026, dengan rencana peresmian pada Desember 2026.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ada penutupan jalan total selama pembangunan?
Hingga saat ini tidak ada penutupan jalan total secara permanen. Penutupan hanya bersifat situasional dan sementara pada malam hari saat pemasangan girder berat.
Apa tujuan utama pembangunan Flyover Latumenten?
Tujuan utamanya adalah mengurai kemacetan di persimpangan Latumenten dan menghilangkan perlintasan sebidang kereta api guna meningkatkan kelancaran serta keselamatan lalu lintas.