Dicoding Ungkap Penggunaan AI Tingkatkan Produktivitas Developer Indonesia

Dicoding Ungkap Penggunaan AI Tingkatkan Produktivitas Developer Indonesia
Foto: Ilustrasi Dicoding Ungkap Penggunaan AI Tingkatkan Produktivitas Developer Indonesia.

Platform edukasi Dicoding merilis laporan Indonesia Developer Outlook (IDO) 2026 dalam ajang Dicoding Developer Conference (DDC) di Bandung guna menyoroti tren penggunaan kecerdasan buatan (AI) di kalangan talenta digital nasional. Data tersebut menunjukkan bahwa 90 persen pengembang profesional di Indonesia mencatat peningkatan produktivitas kerja sebesar 20 hingga 50 persen setelah mengadopsi AI generatif.

Survei yang melibatkan 3.163 responden ini memaparkan adanya pergeseran signifikan pada metode peningkatan keterampilan praktis di industri teknologi, sebagaimana dilansir dari Detik iNET. Selain dampak efisiensi, Dicoding mencatat kontribusi ekonomi yang dihasilkan para pengembang binaan mereka mencapai angka Rp 6,5 triliun selama 11 tahun terakhir.

CEO Dicoding, Narenda Wicaksono, menjelaskan bahwa mayoritas pengembang saat ini lebih memercayai sumber belajar di luar institusi formal untuk mengasah kemampuan teknis. Sebanyak 75 persen profesional di bidang ini menilai materi praktis lebih banyak didapatkan dari jalur non-akademis.

"Sebanyak 63% developer sangat mengandalkan online course (kursus daring) sebagai sumber belajar utama," ujar Narenda Wicaksono, CEO Dicoding.

Narenda turut menyampaikan apresiasinya terhadap komunitas pengembang yang telah konsisten mendukung ekosistem digital dalam satu dekade terakhir. Fokus utama platform saat ini tetap pada pemberdayaan talenta agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi Indonesia.

Terkait kondisi pasar kerja, Chief Learning Officer Dicoding, Oon Arfiandwi, memaparkan bahwa sektor non-TI justru menjadi penyerap tenaga kerja digital yang dominan saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan keahlian teknologi kini telah merambah ke berbagai lini industri tradisional di tengah disrupsi kecerdasan buatan.

"Temuan kami menunjukkan bahwa perusahaan non-IT kini menjadi penyerap tenaga kerja terbesar bagi talenta digital. Di era disrupsi AI, pertanyaan 'apakah belajar teknologi masih relevan?' terjawab dengan mutlak: Ya, tetapi cara kita belajar harus bertransformasi," tegas Oon Arfiandwi, Chief Learning Officer Dicoding.

Oon memberikan saran bagi para tenaga kerja digital agar tetap kompetitif dengan cara menjadi spesialis dan memperkuat portofolio. Pemanfaatan AI generatif disebut sebagai kunci utama untuk menjaga relevansi di tengah dinamika industri yang terus berubah.

Dukungan terhadap penyelenggaraan konferensi bertema "Built by Humans, Accelerated by AI" ini juga datang dari pihak pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif. Instansi tersebut memandang teknologi AI sebagai akselerator penting bagi pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.

"Kementerian Ekraf/Badan Ekraf mendukung Dicoding Developer Conference 2026 sebagai ajang peningkatan kapasitas dan perluasan jejaring developer Indonesia," ungkap Muhammad Neil El Himam, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

Rangkaian acara DDC 2026 tersebut dibagi ke dalam tiga sesi teknologi utama guna memperdalam pemahaman peserta. Fokus pembahasan mencakup pengembangan aplikasi modern, penggunaan AI untuk infrastruktur awan dan DevOps, serta pengolahan data science berbasis kecerdasan buatan.

Artikel terkait

Rekomendasi