PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) bersiap mengambil langkah agresif pada tahun 2026. Pabrikan komponen otomotif terkemuka ini mengumumkan strategi ganda yang mengombinasikan belanja modal ekspansif dan pengembalian keuntungan yang konsisten bagi pemegang saham.
Dilansir dari Investortrust, emiten komponen ini menaruh komitmen besar di tengah pasar otomotif domestik yang sedang menghadapi tantangan penjualan. Perusahaan mengalokasikan anggaran belanja modal atau capex sebesar Rp 400 miliar untuk tahun buku 2026.
Langkah ini menempatkan perusahaan sebagai pemain yang optimistis menangkap peluang lebih besar dalam rantai pasok industri kendaraan. Terlebih, saat ini industri nasional sedang bergerak menuju era pembuatan komponen kendaraan listrik.
Rencana pemanfaatan capex pada 2026 dirancang dengan tingkat fleksibilitas yang tinggi. Fokus utamanya adalah melahirkan lini produk baru demi menjaga keunggulan kompetitif perusahaan di pasar.
Namun, dana tersebut juga disiapkan sebagai modal untuk pertumbuhan non-organik perusahaan. Pihak manajemen secara aktif mulai memantau target akuisisi potensial yang dapat memperluas portofolio bisnis.
Pendanaan untuk agenda ekspansi ini akan mengandalkan struktur modal yang sehat. Perusahaan memanfaatkan kombinasi dari saldo kas internal yang kuat serta fasilitas perbankan yang sudah tersedia saat ini.
Melawan Tren Perlambatan Industri
Kinerja keuangan perusahaan mencatatkan pertumbuhan yang berbeda dari tren pasar secara umum. Industri otomotif domestik sempat menghadapi tekanan berat sepanjang periode sebelumnya.
Meski demikian, perusahaan justru membukukan kenaikan pendapatan sebesar 7 persen secara tahunan. Nilai penjualan terkumpul mencapai Rp 5,93 triliun.
Perolehan laba bersih entitas ini menyentuh angka Rp 667 miliar sebelum penyesuaian. Hasil positif tersebut mencerminkan bahwa bisnis inti perusahaan masih mencetak profitabilitas yang tinggi.
Performa solid ini memicu persetujuan pembagian dividen tunai dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Pemegang saham sepakat membagikan dividen Rp 70 per lembar dengan total nilai Rp 329,4 billion, mencerminkan rasio pembayaran sebesar 50 persen dari laba bersih.
Perubahan Komposisi Manajemen Baru
Momen RUPST juga menetapkan perubahan penting dalam jajaran direksi perusahaan. Anggota manajemen senior yang telah mengabdi sejak tahun 2006 resmi menanggalkan jabatannya.
Perusahaan kemudian menunjuk figur baru untuk memperkuat hubungan operasional dengan ekosistem grup otomotif yang lebih luas. Posisi direktur baru kini ditempati oleh eksekutif yang memiliki pengalaman hampir dua dekade di industri komponen.