Dewan Komisaris Pertamina Pantau SPBU Bali, Pastikan Pasokan BBM 2026 Aman Terkendali

Dewan Komisaris Pertamina Pantau SPBU Bali, Pastikan Pasokan BBM 2026 Aman Terkendali
Foto: Dewan Komisaris Pertamina Pantau SPBU Bali, Pastikan Pasokan BBM 2026 Aman Terkendali. (Illustration by Pexels)

Dewan Komisaris Pertamina baru-baru ini melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di wilayah Bali. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kualitas pelayanan kepada pelanggan dan keandalan fasilitas tetap terjaga dengan baik.

Selain meninjau fasilitas fisik, kunjungan ini juga bertujuan untuk memantau ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM) agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Hal ini sangat krusial mengingat Bali merupakan pusat perhatian pariwisata internasional yang membutuhkan kepastian pasokan energi.

Lokasi Peninjauan dan Kesiapan Operasional

Kegiatan pengawasan lapangan ini dilakukan di beberapa titik strategis, salah satunya adalah SPBU COCO 51.801.30 yang berlokasi di Denpasar Timur. Lokasi ini menjadi perwakilan penting untuk melihat standar operasional Pertamina secara langsung.

Setelah itu, rombongan Dewan Komisaris melanjutkan perjalanan menuju SPBU 54.80.115 di kawasan Jalan Raya Puputan, Renon. Titik terakhir dalam rangkaian kunjungan kerja ini adalah SPBU 54.801.06 yang berada di Jalan Bypass Ngurah Rai, Sanur.

Langkah proaktif ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Pertamina dalam menjaga seluruh standar operasional prosedur (SOP) di setiap unit layanannya. Kehadiran para petinggi perusahaan di lapangan menunjukkan betapa pentingnya kualitas layanan energi di wilayah destinasi wisata utama Indonesia.

Pesan Komisaris Utama Mengenai Citra Pariwisata

Mochamad Iriawan selaku Komisaris Utama Pertamina menekankan bahwa Bali memiliki posisi yang sangat strategis sebagai wajah pariwisata Indonesia. Oleh sebab itu, aspek pelayanan energi di daerah ini tidak boleh dianggap remeh dan harus terus ditingkatkan kualitasnya.

Menurut Iriawan, tinjauan langsung ini memungkinkan manajemen untuk melihat kondisi nyata mengenai kesiapan stok BBM di lapangan. Hal ini mencakup pemeriksaan sarana penunjang serta bagaimana interaksi antara petugas SPBU dengan para pelanggan lokal maupun wisatawan.

Poin penting yang menjadi perhatian utama Komisaris Utama dalam kunjungannya:

  • Menjamin ketersediaan stok BBM agar tidak terjadi kelangkaan di area Denpasar dan sekitarnya.
  • Memastikan seluruh sarana dan fasilitas di SPBU dalam kondisi prima dan siap digunakan.
  • Mendorong penerapan budaya senyum dan sapa dari operator kepada setiap pelanggan yang datang.
  • Menekankan pentingnya menjaga kebersihan area SPBU agar lingkungan terasa nyaman bagi pengunjung.

Instruksi ini diberikan agar masyarakat dan wisatawan merasa lebih nyaman saat menggunakan layanan Pertamina. Pelayanan yang ramah dan lingkungan yang bersih dianggap sebagai nilai tambah yang sangat krusial bagi citra perusahaan.

Meningkatnya Kesadaran Penggunaan BBM Berkualitas

Dalam kesempatan yang sama, Condro Kirono selaku Komisaris Independen Pertamina juga memberikan perhatian khusus pada tren konsumsi bahan bakar. Saat mengunjungi SPBU COCO di Denpasar, ia melihat adanya perubahan positif pada pola konsumsi masyarakat.

Condro mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat di Bali untuk menggunakan BBM non-subsidi kini sudah cukup tinggi. Ia menyaksikan sendiri bagaimana antrean kendaraan, termasuk motor, banyak yang memilih produk seperti Pertamax dan Pertamax Turbo.

Beberapa faktor penting terkait konsumsi BBM non-subsidi di wilayah Bali:

  • Masyarakat mulai menyadari bahwa BBM berkualitas tinggi membuat kinerja mesin kendaraan menjadi jauh lebih baik.
  • Penggunaan bahan bakar yang tepat terbukti meningkatkan efisiensi konsumsi energi pada mesin modern.
  • Sosialisasi intensif yang dilakukan kepada komunitas otomotif dan dealer kendaraan memberikan hasil yang nyata.
  • Penerimaan produk kelas atas oleh pengendara motor menunjukkan pemahaman teknis yang semakin luas di masyarakat.

Ia mendorong agar edukasi mengenai manfaat BBM berkualitas ini terus dijalankan secara konsisten. Harapannya, lebih banyak lagi pemilik kendaraan yang beralih ke produk yang lebih ramah lingkungan dan efisien bagi mesin mereka.

Inovasi dan Optimalisasi Lahan SPBU

Selain masalah teknis bahan bakar, Condro Kirono juga menyoroti aspek bisnis di area sekitar SPBU. Ia menyarankan agar manajemen SPBU lebih kreatif dalam memanfaatkan lahan yang tersedia guna menciptakan sumber pendapatan baru.

Menurutnya, area SPBU sebaiknya dikelola secara optimal dengan menghadirkan berbagai penyewa (tenant) yang relevan. Hal ini bertujuan agar masyarakat yang datang tidak hanya sekadar mengisi bahan bakar, tetapi juga bisa melakukan aktivitas lainnya.

Rencana pengembangan fungsi area SPBU untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan:

Aspek Inovasi Tujuan Pengembangan
Kapitalisasi Area Memanfaatkan lahan kosong untuk tenant retail atau kuliner.
Pendapatan Tambahan Menciptakan aliran dana dari penyewaan ruang usaha di luar bisnis inti.
Layanan Terpadu Menyediakan fasilitas seperti kedai kopi dan tempat belanja di lokasi yang sama.
Kenyamanan Pengunjung Mengubah SPBU menjadi tempat peristirahatan yang fungsional bagi pengemudi.

Inovasi semacam ini diharapkan dapat mengubah persepsi masyarakat terhadap SPBU. Tempat pengisian bahan bakar nantinya akan menjadi titik temu yang produktif sekaligus nyaman untuk berbelanja atau bersantai sejenak di tengah perjalanan.

Evaluasi dan Komitmen Perbaikan Berkelanjutan

Menanggapi berbagai temuan dan arahan tersebut, Iwan Yudha Wibawa selaku Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memberikan respons positif. Ia mengakui banyak mendapatkan masukan berharga dari kunjungan kerja jajaran Komisaris tersebut.

Masukan yang diterima mencakup berbagai aspek mendasar, mulai dari standar keselamatan kerja hingga peningkatan keandalan fasilitas energi. Selain itu, poin mengenai layanan prima atau service excellence menjadi salah satu fokus utama yang harus segera dievaluasi.

Iwan menegaskan bahwa setiap masukan dari Dewan Komisaris akan dijadikan bahan evaluasi mendalam untuk melakukan perbaikan nyata. Baginya, kritik dan saran tersebut merupakan motivasi bagi tim di Regional Jatimbalinus untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memegang peran vital, Pertamina berkomitmen untuk terus menjaga ketahanan energi nasional. Fokus perusahaan tidak hanya pada ketersediaan produk, tetapi juga pada keunggulan layanan di seluruh pelosok Indonesia, termasuk di wilayah strategis seperti Bali.

Artikel terkait

Rekomendasi