Akselerasi pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan terus berjalan di Desa Sumberejo, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Wilayah ini mengoptimalkan potensi lokal melalui pengembangan lima sektor utama demi mendongkrak kesejahteraan masyarakat.
Sektor-sektor yang menjadi pilar perputaran ekonomi tersebut meliputi pertanian, perikanan, peternakan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta pariwisata. Seperti dilansir dari Investortrust, langkah strategis ini ditopang oleh semangat gotong royong warga setempat.
Kepala Desa Sumberejo, Agung Trisno Kuncoro, menjelaskan bahwa tata kelola potensi unggulan terus digenjot secara konsisten. Salah satu objek yang diproyeksikan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru adalah kawasan wisata Pantai Congot Daki.
"Potensi Desa Sumberejo meliputi pertanian, perikanan, peternakan, serta pariwisata. Dari sektor-sektor tersebut, kami mengembangkan lima potensi unggulan, termasuk Pantai Congot Daki yang diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat," ujar Agung.
Aktivitas ekonomi masyarakat di desa ini juga bertumpu pada sektor perikanan yang menjadi mata pencaharian utama. Pendapatan warga mendapat kontribusi signifikan dari pemanfaatan hasil laut, terutama saat musim tangkapan melimpah.
Selain perikanan, geliat usaha produktif terlihat dari pertumbuhan UMKM yang memanfaatkan hasil panen pertanian lokal. Olahan pangan seperti keripik singkong, keripik pisang, hingga jamu tradisional kini diproduksi untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Sektor UMKM ini mendapat sokongan dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Makmur Abadi yang beroperasi sejak 2017. BUMDes ini mengelola berbagai lini usaha, termasuk jasa percetakan yang menambah Pendapatan Asli Desa (PAD) sekaligus mempermudah kebutuhan warga.
Produktivitas pelaku usaha dan nelayan kini semakin meningkat berkat akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI. Fasilitas finansial ini dimanfaatkan masyarakat untuk memperbarui peralatan kerja agar lebih modern dan efisien.
Ekosistem digital juga mulai diterapkan di Desa Sumberejo melalui kemitraan AgenBRILink untuk memperluas akses layanan perbankan. Layanan setor tunai, tarik tunai, transfer, hingga transaksi menggunakan QRIS kini dapat diakses warga secara praktis dan transparan.
Melalui program Desa BRILiaN, pemberdayaan ekonomi di wilayah ini diarahkan pada empat pilar terintegrasi. Pilar tersebut meliputi penguatan BUMDes dan koperasi, digitalisasi keuangan, keberlanjutan ekonomi, serta inovasi masyarakat.
Corporate Secretary BRI Dhanny menyatakan komitmen lembaga perbankan tersebut untuk terus mendukung penguatan ekonomi berbasis pedesaan secara berkelanjutan.
"Melalui program Desa BRILiaN, BRI tidak hanya menghadirkan akses pembiayaan, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas dan literasi keuangan masyarakat desa. Kami percaya bahwa penguatan ekosistem ekonomi berbasis potensi lokal menjadi kunci dalam menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Dhanny.