Desa Pajambon yang terletak di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, berhasil mengoptimalkan berbagai sektor lokal seperti pertanian, peternakan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif. Langkah ini menciptakan ekosistem ekonomi desa yang produktif dan berkelanjutan.
Keberhasilan tersebut, seperti dilansir dari Investortrust, mengantarkan Desa Pajambon masuk dalam jajaran desa terbaik dalam Program Desa BRILiaN. Aktivitas ekonomi masyarakat setempat ditopang oleh komoditas unggulan seperti sayur-sayuran, jambu merah, kopi, dan tanaman hias yang dikembangkan secara terpadu.
Pertumbuhan ekonomi baru di desa ini juga didukung oleh sektor pariwisata. Sektor tersebut digerakkan melalui destinasi Curug Lembah Cilengkrang dan Agrowisata Pakuon yang mulai dirintis sejak tahun 2022.
Kepala Desa Pajambon, Nani Arinngsih, menyampaikan bahwa pengembangan klaster menjadi pendekatan utama dalam mengoptimalkan potensi desa agar memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Sektor usaha dapat tumbuh lebih terarah melalui penguatan klaster dengan dukungan pemerintah desa.
"Dengan adanya klaster-klaster ini, pemerintah desa memberikan dukungan agar dapat meningkatkan ekonomi masyarakat," ujarnya.
Struktur kelembagaan ekonomi di desa ini dijalankan secara terintegrasi oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Lembaga ini mengelola unit usaha mulai dari BUMDes Mart, pengembangan Agrowisata Pakuon, hingga program ketahanan pangan berbasis pertanian dan peternakan.
BUMDes Pajambon juga menyediakan layanan keuangan melalui Agen BRILink untuk memperluas akses transaksi masyarakat. Salah satu fokusnya adalah komoditas jambu merah yang dikembangkan sejak 2008, di mana hasil panennya kini diolah menjadi produk turunan demi meningkatkan nilai jual.
Diversifikasi Usaha dan Dukungan Pembiayaan
Masyarakat Desa Pajambon juga mengembangkan klaster peternakan domba sebagai alternatif pendapatan dan tabungan hidup. Sementara itu, klaster kopi menghasilkan varietas Arabika, Robusta, dan Tuberika yang kualitasnya didorong oleh bantuan alat produksi serta akses Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan bahwa Program Desa BRILiaN diarahkan untuk memperkuat fondasi ekonomi desa melalui optimalisasi potensi lokal yang terintegrasi. Program ini tercatat telah menjangkau lebih dari 5.200 desa di seluruh Indonesia.
"Desa Pajambon menjadi contoh bagaimana potensi lokal dapat dioptimalkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui Program Desa BRILiaN, BRI tidak hanya menghadirkan pembiayaan, tetapi juga mendorong pendampingan dan penguatan ekosistem usaha secara menyeluruh. Pendekatan ini memperkuat peran desa sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan serta memberikan nilai tambah bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.