Sekitar 1.000 mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD serta Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, pada Selasa (21/4/2026). Massa memprotes rencana alokasi anggaran renovasi rumah jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim yang mencapai Rp 25 miliar.
Gelombang demonstrasi ini dipicu oleh kekhawatiran publik atas pemborosan anggaran daerah di tengah upaya efisiensi. Sebagaimana dilansir dari Kompas, para pengunjuk rasa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Kalimantan Timur mendesak legislatif untuk segera melakukan pengawasan ketat terhadap kebijakan eksekutif tersebut.
Pihak aliansi menegaskan bahwa perlu ada pemeriksaan mendalam terkait urgensi penggunaan dana puluhan miliar rupiah untuk fasilitas pejabat. Mereka mengusulkan penggunaan hak angket untuk menelusuri transparansi pengadaan aset dan perbaikan ruang kerja pemerintah provinsi.
ÔÇØAudit menyeluruh pemborosan anggaran Pemprov Kaltim berupa renovasi rumah dinas, ruang kerja, dan pengadaan fasilitas senilai Rp 25 miliar melalui hak angket,ÔÇØ tulis aliansi dalam keterangan yang diterima.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, memberikan tanggapan mengenai polemik anggaran tersebut. Menurutnya, besaran dana yang dialokasikan sudah melewati tahapan regulasi yang benar dan ditujukan untuk pemeliharaan aset negara yang terbengkalai.
"Rumah jabatan ini puluhan tahun tidak ditempati. Tentu, banyak hal yang harus dibenahi," katanya, dikutip Kompas, Rabu (22/4/2026).
Rudy Mas'ud sebelumnya sempat menjadi sorotan publik terkait rencana pengadaan kendaraan dinas mewah seharga Rp 8,5 miliar yang akhirnya dibatalkan. Berdasarkan data e-LHKPN per 20 Maret 2025, Rudy memiliki kekayaan properti senilai Rp 26,5 miliar yang mencakup tanah dan bangunan di beberapa lokasi strategis.
| Jenis Aset | Lokasi | Nilai (Rp) |
|---|---|---|
| Tanah dan Bangunan 200/50 m2 | Jakarta Selatan | 250,5 Juta |
| Tanah dan Bangunan 170/170 m2 | Samarinda | 3 Miliar |
| Tanah dan Bangunan 685/590 m2 | Jakarta Selatan | 6,2 Miliar |
| Tanah dan Bangunan 720/590 m2 | Jakarta Selatan | 15 Miliar |
| Tanah 100.000 m2 | Penajam Paser Utara | 2,05 Miliar |
Kekayaan tersebut dilaporkan pada awal masa jabatannya sebagai kepala daerah. Selain renovasi rumah dinas, para demonstran kini terus mendesak DPRD Kalimantan Timur agar menjalankan fungsi audit demi memastikan anggaran daerah tepat sasaran bagi kepentingan masyarakat luas.