IDAI Ingatkan Dampak Psikologis Serius Akibat Kekerasan Anak di Daycare

IDAI Ingatkan Dampak Psikologis Serius Akibat Kekerasan Anak di Daycare
Foto: Ilustrasi IDAI Ingatkan Dampak Psikologis Serius Akibat Kekerasan Anak di Daycare.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memperingatkan adanya potensi gangguan psikologis mendalam pada anak korban dugaan kekerasan di sebuah daycare Yogyakarta pada Rabu (29/4/2026). Kasus ini memicu kekhawatiran terkait dampak trauma yang sulit terdeteksi sejak dini bagi perkembangan mental korban.

Perubahan perilaku saat berinteraksi sosial menjadi salah satu indikator awal yang patut dicurigai oleh orang tua. Dilansir dari Detik Health, manifestasi trauma ini sering kali muncul dalam bentuk reaksi yang tidak biasa saat anak dihadapkan pada pertanyaan sederhana.

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI, Fitri Hartanto, menjelaskan bahwa anak yang mengalami trauma cenderung menunjukkan sikap defensif. Hal ini disampaikan sebagai upaya edukasi bagi publik dalam mengenali kondisi psikis anak.

"Beberapa kasus trauma pada anak, mereka menjadi takut ditanya. Banyak respons saat ditanya justru menjawab tidak tahu. Itu bentuk dari trauma," ujar Fitri Hartanto, Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI.

Pakar tumbuh kembang tersebut menegaskan bahwa masa emas atau golden period merupakan fase krusial bagi anak. Pengalaman negatif yang terjadi pada periode ini dapat terekam secara permanen dalam memori jangka panjang sehingga berisiko mengganggu kesehatan mental di masa depan.

"Di saat golden period, anak mendapatkan stimulasi negatif, sesuatu yang menakutkan, itu tetap menjadi rangsangan, tetapi tentu stimulasi negatif. Ketika itu terbawa dalam memori, yang dikhawatirkan nanti muncul gangguan mental seperti Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD)," jelas Fitri Hartanto, Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI.

Selain aspek psikologis, indikasi kekerasan juga dapat diamati melalui perubahan kemampuan fisik yang terjadi secara tiba-tiba. Orang tua diminta mewaspadai gangguan pada fungsi motorik anak yang sebelumnya berfungsi normal namun mendadak mengalami kendala tanpa sebab jelas.

"Yang tadinya jalan lancar, kok jadi pincang. Tangan yang awalnya tidak bermasalah, kok ada gangguan. Itu harus dicurigai sebagai kemungkinan terjadinya kekerasan di tempat pengasuhan," ungkap Fitri Hartanto, Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI.

IDAI menekankan pentingnya deteksi dini guna memastikan anak mendapatkan penanganan medis dan psikologis yang memadai. Kepekaan orang tua terhadap respons emosional seperti ketakutan berlebihan atau sikap diam menjadi faktor kunci dalam perlindungan anak di lingkungan pengasuhan.

Artikel terkait

Rekomendasi