Institut Teknologi Bandung (ITB) hingga kini masih menjadi salah satu perguruan tinggi negeri yang paling diminati oleh para lulusan SMA di seluruh Indonesia. Salah satu daya tarik utamanya adalah prospek karier yang menjanjikan, di mana para alumni ITB berpeluang besar bekerja di berbagai perusahaan ternama dengan gaji yang cukup kompetitif.
Berdasarkan laporan terbaru dari survei Tracer Study ITB 2025, rata-rata penghasilan bulanan yang diterima oleh alumni angkatan 2018 mencapai angka Rp 10.170.259. Sementara itu, nilai tengah atau median dari penghasilan bulanan mereka tercatat sebesar Rp 8.300.000.
Penting untuk dicatat bahwa angka-angka tersebut barulah pendapatan pokok dan belum mencakup bonus tahunan yang diterima oleh para lulusan tersebut. Jika menyertakan bonus, rata-rata tambahan pendapatan per tahun yang mereka kantongi adalah senilai Rp 30.841.154 dengan nilai median sebesar Rp 18.000.000.
Data survei ini juga memotret rentang penghasilan yang sangat lebar di antara para responden, mulai dari yang terkecil hingga mencapai angka fantastis. Pendapatan terendah tercatat sebesar Rp 400.000 per bulan yang dialami oleh seorang lulusan Program Studi Seni Rupa yang masih menjalani masa magang di perusahaan swasta.
Di sisi lain, penghasilan tertinggi yang dilaporkan dalam survei ini menyentuh angka Rp 119.500.000 per bulan. Angka luar biasa ini diraih oleh seorang alumnus dari Program Studi Teknik Geofisika yang menempati posisi staf di sebuah perusahaan multinasional.
Daftar Program Studi dengan Median Penghasilan Tertinggi
Apabila tolok ukur yang digunakan adalah nilai median atau nilai tengah pendapatan, terdapat tiga program studi yang menonjol di posisi teratas. Teknik Perminyakan memimpin dengan median Rp 13.000.000, diikuti oleh Teknik Telekomunikasi sebesar Rp 12.500.000, dan Teknik Kimia di angka Rp 12.000.000.
Berikut adalah rincian median penghasilan bulanan berdasarkan data Tracer Study ITB 2025 untuk berbagai program studi:
| Program Studi | Median Penghasilan Per Bulan |
|---|---|
| Teknik Perminyakan | Rp 13.000.000 |
| Teknik Telekomunikasi | Rp 12.500.000 |
| Teknik Kimia | Rp 12.000.000 |
| Teknik Informatika | Rp 11.040.000 |
| Teknik Elektro | Rp 11.000.000 |
| Sistem dan Teknologi Informasi | Rp 10.400.000 |
| Teknik Pertambangan | Rp 10.125.000 |
| Teknik Metalurgi | Rp 10.000.000 |
| Teknik Tenaga Listrik | Rp 9.750.000 |
| Teknik Industri | Rp 9.750.000 |
| Rekayasa Hayati | Rp 9.750.000 |
| Teknik Mesin | Rp 9.450.000 |
| Teknik Fisika | Rp 9.250.000 |
| Manajemen Rekayasa | Rp 9.050.000 |
| Teknik Geologi | Rp 9.000.000 |
| Matematika | Rp 9.000.000 |
| Kewirausahaan | Rp 9.000.000 |
| Aktuaria | Rp 9.000.000 |
| Teknik Material | Rp 8.800.000 |
| Manajemen | Rp 8.500.000 |
| Mikrobiologi | Rp 8.300.000 |
| Teknik Sipil | Rp 8.175.000 |
| Teknik Kelautan | Rp 8.150.000 |
| Teknologi Pasca Panen | Rp 8.000.000 |
| Teknik Geofisika | Rp 8.000.000 |
| Meteorologi | Rp 8.000.000 |
| Fisika | Rp 8.000.000 |
| Teknik Pangan | Rp 7.900.000 |
| Teknik Geodesi dan Geomatika | Rp 7.822.000 |
| Teknik Dirgantara | Rp 7.650.000 |
| Teknik Lingkungan | Rp 7.500.000 |
| Oseanografi | Rp 7.500.000 |
| Perencanaan Wilayah dan Kota | Rp 7.300.000 |
| Teknik Bioenergi dan Kemurgi | Rp 7.100.000 |
| Teknik Biomedis | Rp 7.000.000 |
| Rekayasa Kehutanan | Rp 7.000.000 |
| Rekayasa Infrastruktur Lingkungan | Rp 7.000.000 |
| Astronomi | Rp 7.000.000 |
| Sains dan Teknologi Farmasi | Rp 6.600.500 |
| Desain Komunikasi Visual | Rp 6.437.500 |
| Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air | Rp 6.400.000 |
| Rekayasa Pertanian | Rp 6.200.000 |
| Kimia | Rp 6.000.000 |
| Arsitektur | Rp 6.000.000 |
| Desain Interior | Rp 5.850.000 |
| Biologi | Rp 5.600.000 |
| Kriya | Rp 5.500.000 |
| Farmasi Klinik dan Komunitas | Rp 5.000.000 |
| Desain Produk | Rp 5.000.000 |
| Seni Rupa | Rp 4.850.000 |
Daftar tabel di atas menunjukkan variasi penghasilan yang didasarkan pada nilai median dari tiap program studi, yang mencerminkan kondisi riil di lapangan bagi lulusan muda ITB.
Profil dan Metodologi Survei Tracer Study ITB 2025
Penelitian Tracer Study ITB 2025 memfokuskan responden pada alumni angkatan 2018. Pemilihan angkatan ini didasarkan pada pertimbangan bahwa mereka berada dalam fase satu hingga tiga tahun setelah lulus, masa yang krusial untuk memantau transisi ke dunia kerja.
Pelaksanaan survei ini berlangsung dalam periode waktu yang cukup panjang, yakni sejak 21 April hingga 31 Agustus 2025. Dari total populasi 3.664 alumni angkatan 2018, sebanyak 3.274 orang berpartisipasi sebagai responden.
Jika dilihat dari jumlah individu per program studi, alumni dari Prodi Manajemen merupakan kelompok responden terbanyak dengan jumlah 170 orang. Sebaliknya, partisipasi paling sedikit datang dari Prodi Seni Rupa yang hanya diwakili oleh 22 responden.
Namun, dalam hal persentase partisipasi, terdapat 12 program studi yang berhasil mencapai tingkat respons sempurna hingga 100 persen. Beberapa di antaranya meliputi Teknologi Pasca Panen, Rekayasa Infrastruktur Lingkungan, Teknik Pangan, hingga Astronomi dan Fisika.
Di sisi lain, Prodi Manajemen mencatatkan persentase partisipasi paling rendah dibandingkan prodi lainnya, yakni berada di kisaran 62 persen. Hal ini menunjukkan dinamika pengisian data yang berbeda-beda di setiap fakultas.
Terkait status pekerjaan, mayoritas alumni angkatan 2018 memilih untuk terjun ke dunia profesional. Tercatat sebanyak 2.482 alumni atau sekitar 76 persen saat ini berstatus bekerja atau menjalani kombinasi antara bekerja dan berwirausaha.
Sementara itu, sekitar 5 persen atau 164 orang memilih untuk sepenuhnya berfokus sebagai wirausahawan. Data lain menunjukkan 14,5 persen alumni melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi, dan 4,7 persen sisanya dilaporkan belum bekerja.
"Hal ini menunjukkan bahwa bekerja memang menjadi pilihan utama alumni ITB angkatan 2018," sebagaimana tertulis dalam laporan resmi survei tersebut.
Rincian Bonus Tahunan Alumni ITB Berdasarkan Program Studi
Selain gaji bulanan, bonus tahunan juga menjadi komponen penghasilan yang signifikan bagi para lulusan ITB. Menariknya, urutan prodi dengan bonus tertinggi berbeda dengan urutan gaji bulanan tertinggi.
Berikut adalah daftar median bonus tahunan yang diterima alumni dari berbagai jurusan:
- Teknik Elektro: Rp 45.000.000
- Seni Rupa: Rp 42.500.000
- Teknik Pertambangan: Rp 32.500.000
- Teknik Mesin dan Teknik Geofisika: Rp 30.000.000
- Manajemen: Rp 27.500.000
- Teknik Telekomunikasi: Rp 25.900.000
- Teknik Kimia dan Teknik Fisika: Rp 25.000.000
- Teknik Perminyakan: Rp 24.500.000
- Teknik Tenaga Listrik: Rp 23.500.000
- Teknik Industri: Rp 20.100.000
- Teknik Metalurgi, Informatika, Geologi, Dirgantara, dan Rekayasa Hayati: Rp 20.000.000
- Teknik Sipil dan Fisika: Rp 19.000.000
- Teknik Material: Rp 18.200.000
- Manajemen Rekayasa: Rp 17.000.000
- Perencanaan Wilayah dan Kota: Rp 16.000.000
- Teknik Lingkungan, STI, Matematika, Kewirausahaan, dan Aktuaria: Rp 15.000.000
- Teknik Geodesi dan Geomatika: Rp 14.100.000
- Teknik Biomedis, Mikrobiologi, dan Farmasi Klinik: Rp 14.000.000
- Rekayasa Kehutanan: Rp 12.000.000
- Astronomi: Rp 11.525.000
- Teknologi Pasca Panen, Teknik Kelautan, dan Arsitektur: Rp 10.000.000
- Desain Komunikasi Visual: Rp 9.902.000
- Oseanografi, Farmasi, dan Meteorologi: Rp 9.500.000
- Teknik Pangan: Rp 9.050.000
- Teknik Bioenergi dan Kemurgi: Rp 9.000.000
- TPSDA: Rp 8.500.000
- Kriya: Rp 7.250.000
- Rekayasa Pertanian dan Rekayasa Infrastruktur Lingkungan: Rp 7.000.000
- Biologi: Rp 6.900.000
- Desain Produk: Rp 6.150.000
- Kimia: Rp 6.000.000
- Desain Interior: Rp 5.000.000
Data bonus di atas memberikan gambaran bahwa sektor-sektor tertentu memberikan apresiasi tambahan yang sangat besar kepada lulusannya di luar gaji rutin bulanan. Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan masing-masing perusahaan dan industri tempat mereka berkarier.