Kondisi atmosfer di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah diprediksi akan mengalami basah pada pertengahan Mei ini. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk wilayah Yogyakarta, Solo, dan Semarang pada Selasa, 19 Mei 2026.
Berdasarkan data resmi yang dilansir dari Regional, wilayah DIY dan sekitarnya didominasi oleh potensi turunnya air dari langit dengan intensitas rendah. Tingkat kelembapan yang tinggi menjadi pemicu utama terbentuknya awan konvektif di kawasan tersebut.
Udara di wilayah Kota Yogyakarta diproyeksikan bakal terasa lebih basah, terutama saat fajar dan malam hari. Masyarakat yang mempunyai agenda di luar ruangan diimbau menyiapkan pelindung seperti payung atau jas hujan untuk mengantisipasi perubahan kondisi langit.
BMKG juga menyebarkan data mengenai kondisi atmosfer di beberapa kota besar di Jawa Tengah seperti Solo dan Semarang. Informasi ini disediakan agar masyarakat dapat mengatur rencana pergerakan harian secara matang tanpa hambatan faktor alam.
Berikut adalah rincian kondisi suhu dan kelembapan udara di tiga kota tersebut:
| Kota | Kondisi Cuaca | Suhu Udara | Kelembapan |
|---|---|---|---|
| Kota Yogyakarta | Hujan Ringan | 24ÔÇô31 ┬░C | 70ÔÇô98% |
| Kota Solo | Hujan Ringan | 24ÔÇô33 ┬░C | 66ÔÇô97% |
| Kota Semarang | Hujan Ringan | 26ÔÇô32 ┬░C | 65ÔÇô86% |
Secara umum, wilayah Solo memiliki batas atas suhu udara yang paling tinggi mencapai 33 derajat celsius. Sementara itu, tingkat kelembapan udara tertinggi berada di wilayah Yogyakarta yang menyentuh angka 98 persen.