Cuaca Ekstrem Terjang Sukabumi Sebabkan Kerusakan di Delapan Belas Titik

Cuaca Ekstrem Terjang Sukabumi Sebabkan Kerusakan di Delapan Belas Titik
Foto: Ilustrasi Cuaca Ekstrem Terjang Sukabumi Sebabkan Kerusakan di Delapan Belas Titik.

Sebanyak 18 titik di wilayah Kota Sukabumi, Jawa Barat, mengalami kerusakan akibat terjangan cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang pada Jumat (15/5). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, insiden ini didominasi oleh kerusakan atap bangunan serta pohon tumbang di berbagai lokasi.

Hasil asesmen sementara hingga pukul 19.28 WIB menunjukkan dampak kerusakan yang tersebar secara luas. Sebagaimana dilansir dari Media Indonesia, tim reaksi cepat telah dikerahkan ke lokasi-lokasi terdampak untuk melakukan penanganan darurat dan pendataan kerugian materiil warga.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, memberikan rincian mengenai sebaran titik bencana yang terjadi di wilayahnya. Ia mengonfirmasi bahwa seluruh personel lapangan sedang bekerja intensif untuk mengatasi dampak cuaca buruk tersebut.

"Hasil pendataan sementara di lapangan, petugas kami mencatat ada 18 kejadian akibat cuaca ekstrem," kata Yoseph, Jumat (15/5).

Bencana pohon tumbang dilaporkan terjadi di tiga kecamatan, yaitu Baros, Warudoyong, dan Citamiang. Beberapa lokasi spesifik mencakup Jalan Stadion Kelurahan Dayeuhluhur, Perum Genteng Puri, wilayah Kelurahan Cikondang, Jalan Pabuaran Kelurahan Nyomplong, hingga area pemukiman di Kecamatan Baros.

Selain pohon tumbang, angin kencang juga menyebabkan atap rumah warga terbawa angin dan roboh di 10 lokasi berbeda. Kerusakan bangunan juga mencakup ambruknya tembok pembatas di kawasan Perum Amaranta, Jalan Taman Bahagia, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong.

"Dilaporkan juga terjadi banjir limpasan di RT 05/01 Kelurahan Sindangsari di Kecamatan Lembursitu," tutur Yoseph.

BPBD menyatakan bahwa proses evakuasi dan pembersihan material bangunan maupun pohon masih berlangsung hingga malam hari. Langkah ini dilakukan guna memastikan akses jalan kembali normal dan keamanan warga di sekitar lokasi kejadian terjamin.

"Petugas masih berada di lapangan. Selain penanganan, juga dilakukan pendataan," pungkasnya.

Artikel terkait

Rekomendasi