Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginstruksikan warga di 18 kabupaten/kota di Jawa Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga Sabtu (16/5) pagi.
Kondisi atmosfer yang tidak stabil memicu hujan lebat disertai petir dan angin kencang di kawasan pegunungan, dataran tinggi, serta wilayah Solo Raya hingga sebagian Pantura. Sebagaimana dilansir dari Media Indonesia, sejumlah daerah terpantau sudah diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang sejak Jumat (15/5) petang.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Agus Triyono, memberikan penegasan khusus bagi penduduk yang bermukim di lokasi rawan bencana.
"Waspadai bencana hidrometeorologi sebagai dampak cuaca ekstrem tersebut, terutama warga berada di lereng perbukitan dan daerah aliran sungai," kata Agus Triyono, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang.
Daftar wilayah yang berisiko tinggi mencakup Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Karanganyar, Sragen, Grobogan, dan Blora. Selain itu, potensi serupa mengancam Ungaran, Temanggung, Kajen, Pemalang, Magelang, Salatiga, Tegal, Bumiayu, dan Majenang.
Data teknis BMKG menunjukkan angin bertiup ke arah barat daya dengan kecepatan mencapai 20 kilometer per jam. Suhu udara di wilayah terdampak diprediksi berada pada rentang 14 hingga 30 derajat Celcius dengan tingkat kelembaban udara yang cukup tinggi.
Di sektor maritim, Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Retna Swasti Karini, memberikan peringatan terpisah mengenai kondisi gelombang laut. Perairan utara relatif tenang dengan gelombang maksimal 1,25 meter, namun perairan selatan Jawa Tengah dapat mencapai ketinggian 2,5 meter.
"Air laut pasang mulai surut saat memasuki malam, namun warga berkegiatan di perairan diminta waspada gelombang tinggi," ujar Retna Swasti Karini, Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang.
Risiko keselamatan pelayaran menjadi perhatian utama karena kecepatan angin di atas 15 knot dapat membahayakan operasional kapal nelayan hingga tongkang barang.
"Gelombang tinggi diatas 1,25 meter, lanjut Retna Swasti Karini, berisiko terhadap aktivitas pelayaran seperti nelayan, tongkang maupun angkutan barang dan penumpang saat kecepatan angin diatas 15 knot," lanjut Retna Swasti Karini.