Gangguan sistem transmisi akibat cuaca buruk memicu pemadaman listrik total di 176 gardu induk wilayah Sumatra pada Jumat, 22 Mei 2026 malam. Insiden ini mengakibatkan penurunan frekuensi yang berdampak domino pada sistem kelistrikan di berbagai daerah regional tersebut.
Seperti diberitakan oleh Suara, PT PLN (Persero) mengonfirmasi bahwa kendala pada pasokan setrum ini mulai terdeteksi sejak pukul 18.44 WIB. Kondisi cuaca yang tidak mendukung membuat aliran daya dari pusat pembangkit menuju gardu induk tidak dapat berjalan optimal.
Imbasnya, jaringan distribusi ke rumah-rumah pelanggan sempat terputus karena gardu tidak mendapatkan pasokan daya yang memadai untuk disalurkan.
"Gangguan pada ruas transmisi berdampak meluas pada sebagian sistem transmisi Sumatra, mengakibatkan penurunan frekuensi akibat beban berat pembangkit dan memicu efek domino gangguan di sejumlah wilayah," ujar Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, di Jakarta yang dikutip Mnggu (24/5/20206).
Proses normalisasi jaringan kelistrikan ini memerlukan waktu yang tidak sebentar, meskipun interkoneksi energi dari pembangkit ke gardu induk sudah mulai terhubung kembali secara bertahap.
Menurut keterangan Darmawan, operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) memerlukan durasi sekitar 15 hingga 20 jam untuk bisa kembali berfungsi normal. Hal tersebut menjadi penyebab utama pemadaman berlangsung cukup lama di beberapa titik.
PLN sebenarnya telah mengoperasikan pembangkit cadangan lain untuk menopang kebutuhan energi, namun kapasitasnya belum mampu menutupi seluruh beban listrik masyarakat secara instan.
"Proses penyalaan pembangkit dilakukan secara sistematis dan bertahap dengan tetap mengutamakan keamanan sistem. Pembangkit berbasis hidro dan gas dapat langsung membantu menyuplai sistem sebagai fast response untuk mempercepat recovery awal," kata Darmawan
"Sementara pembangkit thermal_seperti PLTU membutuhkan waktu lebih lama, antara 15 hingga 20 jam mulai dari start-up, sinkron dan beroperasi penuh," sambungnya.
Pihak manajemen PLN mengklaim kondisi di lapangan berangsur membaik hingga Sabtu (23/5) pukul 10.00 WIB. Daya sebesar lebih dari 3.192 MW telah berhasil dialirkan kembali dari total 5.334 MW beban yang sempat terdampak gangguan.
Hingga waktu tersebut, sebanyak 157 gardu induk dari total 176 unit yang mengalami kendala sudah beroperasi kembali secara normal. Pemulihan ini membuat sekitar 8.351.670 pelanggan kini telah mendapatkan kembali pasokan aliran listrik ke rumah mereka.