Confluent Rilis Fitur Baru Atasi Kegagalan Proyek AI Akibat Masalah Data

Confluent Rilis Fitur Baru Atasi Kegagalan Proyek AI Akibat Masalah Data
Foto: Ilustrasi Confluent Rilis Fitur Baru Atasi Kegagalan Proyek AI Akibat Masalah Data.

Sebagian besar proyek kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mengalami kegagalan sebelum sempat menjangkau satu pelanggan pun akibat adanya masalah pada lapisan data. Tantangan berupa risiko keamanan serta fragmentasi data kerap menghalangi perusahaan untuk meluncurkan produk, meskipun mereka telah memiliki model dan mandat yang jelas.

Seperti dilansir dari Media Indonesia, penyedia solusi data streaming Confluent merilis sejumlah fitur baru pada Confluent Intelligence dan Confluent Cloud. Langkah ini diambil untuk mempermudah proses pengembangan serta pengamanan aplikasi AI real-time, sekaligus mengeliminasi hambatan teknis yang selama ini memperlambat organisasi.

"Kami mengatasi hal itu dengan menjadikan lapisan streaming sebagai fondasi bagi AI yang aman dan siap digunakan dalam lingkungan produksi," ujar kata Sean Falconer, Head of AI di Confluent, dalam keterangan tertulis, Senin (25/5).

"Di kawasan APAC, upaya penerapan AI menghadapi kenyataan pahit, yaitu sebagian besar proyek tidak pernah melampaui tahap uji coba karena lapisan datanya tidak cukup aman atau skalabel untuk digunakan dalam produksi." sambungnya.

Permasalahan ini terjadi dalam skala yang luas di dunia bisnis. Berdasarkan laporan dari McKinsey, delapan dari sepuluh perusahaan menempatkan keterbatasan data sebagai faktor penghambat utama dalam mengonstruksi sistem AI yang otonom.

Tim keamanan operasional sering kali memblokir aliran data agar tidak masuk ke dalam alur kerja AI karena khawatir terhadap risiko paparan informasi sensitif. Kondisi tersebut memaksa para pengembang menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk berpindah alat demi mengelola aliran data yang menjadi fondasi AI.

Vice President and General Manager untuk APAC Confluent, Greg Taylor, menambahkan pihaknya memahami hal itu.

With fitur privasi otomatis dan perangkat yang dirancang khusus untuk AI, Confluent memberikan organisasi jalur yang jelas dan aman untuk menciptakan kasus penggunaan di dunia nyata yang benar-benar memberikan dampak signifikan bagi bisnis.

Pembaruan terkini dari Confluent berfungsi menyatukan siklus hidup AI lewat integrasi pipa Apache Flink dengan dbt. Perusahaan juga menghadirkan server Model Context Protocol (MCP) yang dikelola penuh, serta Agent Skills untuk mempermudah AI mengontrol operasi streaming.

Aspek keamanan tingkat perusahaan diintegrasikan langsung ke dalam sistem lewat penyamaran otomatis informasi identitas pribadi (PII). Selain itu, tersedia konektivitas privat menuju model eksternal yang didukung oleh Azure Private Link.

Artikel terkait

Rekomendasi