Teknologi robot eksoskeleton berbasis kecerdasan buatan (AI) kini menjadi sorotan setelah diterapkan untuk membantu turis mendaki gunung di China. Inovasi ini memungkinkan wisatawan menaklukkan medan berat tanpa harus merasakan kelelahan fisik yang berlebihan.
Penerapan teknologi ini merupakan bagian dari tren pariwisata berbasis teknologi atau smart tourism yang sedang digalakkan oleh pemerintah China. Dilansir dari Detik Travel, salah satu lokasi yang sudah mengadopsi alat ini adalah Gunung Tai sejak Februari 2025.
Gunung Tai yang dikenal memiliki ribuan anak tangga curam kini lebih aksesibel berkat bantuan perangkat berbentuk kaki robot. Alat tersebut dipasang pada bagian pinggang serta paha pengguna untuk memberikan dukungan mekanis selama pergerakan.
Robot eksoskeleton ini dikategorikan sebagai perangkat wearable yang memiliki rangka luar untuk menyokong bagian bawah tubuh. Mengutip News Channel, teknologi AI di dalamnya berfungsi membaca dan menyesuaikan dorongan dengan gerakan tubuh pengguna secara langsung.
Sensor pada alat akan mendeteksi setiap langkah kaki, lalu sistem motorik segera memberikan dorongan tambahan yang sinkron. Mekanisme ini menciptakan sensasi tenaga tambahan bagi pendaki saat menanjak atau berjalan jauh.
Perangkat ini dirancang dengan material yang ringan, yakni hanya berbobot sekitar 1,8 kilogram. Meskipun ringan, sistem baterainya diklaim mampu bertahan selama beberapa jam sehingga cukup untuk mendukung durasi pendakian yang panjang.
Efektivitas dalam Mengurangi Kelelahan
Berdasarkan informasi dari China Minutes, robot ini tidak dirancang untuk meningkatkan kecepatan berjalan pengguna. Fokus utamanya adalah meminimalkan beban fisik serta mencegah pegal pada area lutut dan kaki selama pendakian.
Data dari beberapa pengujian menunjukkan hasil yang signifikan terhadap kenyamanan fisik. Penggunaan eksoskeleton ini mampu menurunkan tingkat kelelahan wisatawan antara 30 hingga 40 persen saat menghadapi tanjakan gunung.
Kehadiran teknologi ini juga mendorong inklusivitas dalam dunia pariwisata. Mengutip ECNS, kelompok lansia atau wisatawan yang sebelumnya memiliki keterbatasan fisik kini memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati keindahan destinasi alam pegunungan.
Selain fungsinya sebagai alat bantu, eksoskeleton mulai menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin merasakan pengalaman teknologi baru. Perusahaan teknologi di China juga memproyeksikan alat ini untuk kebutuhan rehabilitasi medis dan aktivitas harian di masa depan.