Badan Antariksa Nasional China (CNSA) mengumumkan rencana pembangunan struktur pelindung menyerupai rumah kaca di permukaan Bulan dalam konferensi pers di Beijing pada Selasa (22/4/2026). Dilansir dari Tekno, teknologi ini dirancang untuk menjaga stabilitas suhu bagi peralatan operasional di lingkungan luar angkasa yang ekstrem.
Struktur tersebut berfungsi sebagai tempat berlindung bagi robot, rover, dan perangkat elektronik lainnya agar tetap beroperasi di tengah siklus suhu yang drastis. Inovasi ini menjadi bagian dari strategi Tiongkok untuk menciptakan kehadiran permanen di satelit alami Bumi tersebut.
Pihak berwenang memberikan klarifikasi bahwa fasilitas ini tidak ditujukan untuk aktivitas agrikultur seperti di planet asal manusia. Penegasan mengenai fungsi bangunan ini disampaikan langsung oleh otoritas terkait guna meluruskan persepsi publik.
"rumah" ujar para ilmuwan CNSA.
Stabilitas lingkungan sangat krusial mengingat tantangan siklus siang dan malam di Bulan yang berlangsung selama 14 hari Bumi. Pada periode malam hari, suhu permukaan dapat merosot tajam hingga mencapai titik beku yang sangat rendah.
"tempat berlindung" kata para ilmuwan.
Tanpa adanya perlindungan yang memadai, sistem mekanis dan sirkuit elektronik pada wahana penjelajah berisiko mengalami kerusakan fatal. Kehadiran struktur pelindung ini diharapkan mampu memperpanjang durasi misi eksplorasi yang selama ini masih bersifat sementara.
Pengembangan konsep teknologi ini memanfaatkan data dan hasil penelitian dari misi eksplorasi Chang'e-6. Misi tersebut mencatatkan sejarah pada Juni 2024 dengan membawa pulang sampel tanah seberat 1.935 gram dari sisi jauh Bulan.
Data dari sampel tersebut memberikan wawasan baru mengenai sejarah evolusi Bulan dan mendukung kerja sama internasional. Saat ini, para ahli terus menganalisis material tersebut untuk menyempurnakan desain sistem perlindungan suhu masa depan.