Produsen otomotif Changan berencana memperkenalkan teknologi Range Extended Electric Vehicle (REEV) di Indonesia untuk memperluas pilihan kendaraan ramah lingkungan. Langkah ini menjadikan Changan sebagai pionir yang membawa teknologi tersebut ke pasar otomotif tanah air pada Kamis (7/7/2026).
Setiawan Surya selaku CEO Changan Indonesia menjelaskan bahwa kendaraan dengan teknologi REEV pada dasarnya merupakan mobil listrik yang dilengkapi mesin bensin tambahan. Sebagaimana dilansir dari Detik Oto, mesin bensin tersebut berfungsi sebagai generator untuk mengisi daya baterai, bukan penggerak roda.
"Kalau jarak pendek berarti kan 100 persen masih pakai baterai. Berarti mesin bensinnya nggak gerak. Kecuali lebih dari range baterainya baru engine nyala sebagai generator," kata Setiawan saat berkunjung ke kantor detikcom, Jakarta, Kamis (7/7/2026).
Sistem kerja ini menjamin pengemudi tetap merasakan sensasi berkendara mobil listrik sepenuhnya karena motor listrik tetap menjadi penyalur tunggal tenaga ke roda. Hal ini membedakan REEV dengan mobil plug-in hybrid yang mesin bensinnya masih memiliki peran langsung dalam menggerakkan roda kendaraan.
"Kan ada sebagian orang, kalau EV kan lebih banyak di dalam kota. Kalau dia ke luar kota, bagi sebagian orang ada kekhawatiran. Bisa pergi, pulangnya ngecas di mana. Kalau ada pengecasan, penuh nggak. Takutnya kan ada yang ngantre. Makanya kan dikeluarin REEV. Jadi sebagai bridging aja sih. Jadi pilihan ke customer. Jadi kalau jalan jauh ya nggak usah khawatir lagi," kata Setiawan.
Penerapan teknologi ini ditujukan untuk menjawab keresahan masyarakat mengenai keterbatasan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Dengan adanya generator internal, ketergantungan terhadap stasiun pengisian daya luar kota dapat diminimalisasi secara signifikan.
"Misalnya ke Semarang, jarak 400 km, ini mobil jarak 170 km baterainya. Habis itu generator hidup. Kalau di tengah-tengah ada casan kan bisa juga. Kalau nggak keburu mungkin dia pakai dulu sebagian bensin, di sana dia ngecas lagi," ujarnya.
Model yang diperkirakan akan masuk ke Indonesia adalah Changan Deepal SO5 REEV yang sudah dipasarkan di China. Kendaraan ini dibekali mesin 1.5L sebagai range-extender dengan motor listrik berkekuatan 160 kW yang mampu menghasilkan torsi sebesar 320 Nm.
Berdasarkan data teknisnya, mobil ini mampu menempuh jarak total gabungan hingga 1.234 km menurut standar CLTC. Untuk performa, kendaraan ini dapat berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu 7,9 detik dengan kecepatan puncak mencapai 175 km/jam.
| Komponen | Spesifikasi |
|---|---|
| Mesin Generator | 1.5L (72 kW / 97 hp) |
| Motor Listrik | 160 kW (215 hp) / 320 Nm |
| Kapasitas Baterai | 27,28 kWh (LFP) |
| Jarak Tempuh Listrik Murni | 200 km (CLTC) |
| Jarak Tempuh Total | 1.234 km (CLTC) |
| Waktu Fast Charging (30%-80%) | 20 Menit |