Akses terhadap gerakan gaya hidup berkelanjutan sering kali masih terbatas bagi kelompok disabilitas. Mengatasi tantangan tersebut, upaya menghadirkan pendekatan yang lebih inklusif kini mulai digalakkan melalui program edukasi lingkungan terintegrasi.
Chandra Asri Group melalui kampanye keberlanjutannya, Indonesia Asri, mengadakan kegiatan Cinema Experience yang melibatkan lebih dari 150 pelajar disabilitas dari wilayah Jabodetabek, seperti dikutip dari Suara.
Program hasil kolaborasi bersama komunitas Kitaoneus ini mengombinasikan ruang rekreasi, interaksi sosial, dan pembelajaran lingkungan yang dikemas agar mudah dipahami. Para peserta diajak untuk memahami pentingnya memilah sampah langsung dari sumbernya demi menjaga kelestarian alam.
Dalam pelaksanaan kegiatan, komunitas Indonesia Asri atau Sobat Asri hadir bertindak sebagai volunteer pendamping. Mereka mengedukasi pengenalan jenis-jenis sampah dan metode pemilahannya secara interaktif serta ramah disabilitas.
Interaksi tersebut tidak hanya memberikan wawasan baru bagi peserta, melainkan juga menumbuhkan empati serta kolaborasi sosial bagi para sukarelawan.
Head of Corporate Communications Chandra Asri Group, Chrysanthi Tarigan, menilai bahwa gerakan keberlanjutan seharusnya tidak memiliki batas.
"Sebagai kampanye keberlanjutan, Indonesia Asri haruslah bersifat inklusif. Perubahan perilaku terhadap lingkungan akan semakin kuat apabila seluruh lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk terlibat. Melalui Indonesia Asri, kami ingin menghadirkan gerakan yang dekat dan relevan, dan dapat dijalankan oleh siapa saja, termasuk melalui kebiasaan sederhana seperti memilah sampah," ujar Chrysanthi Tarigan.
Kerja sama antara pihak korporasi dengan Kitaoneus ini telah memasuki pelaksanaan yang ketiga kalinya. Hal ini menegaskan bahwa edukasi lingkungan inklusif dijalankan sebagai komitmen jangka panjang yang berkelanjutan.
Membangun Ruang Partisipasi yang Setara
Sementara itu, Ketua Kitaoneus, Maria Ulfah Hilmy, menyebut kegiatan seperti ini memberi ruang positif bagi pelajar disabilitas untuk berkembang dan berinteraksi lebih luas.
"Kolaborasi bersama komunitas Indonesia Asri menghadirkan pengalaman yang menyenangkan dan bermakna bagi para pelajar disabilitas. Keterlibatan anggota komunitas sebagai volunteer juga menciptakan ruang interaksi yang positif dan inklusif. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dan volunteer dapat membangun rasa percaya diri, kepedulian sosial, serta semangat kebersamaan," jelas Maria.
Aktivitas memilah sampah menjadi contoh kebiasaan kecil yang mampu memberikan dampak luas jika ditanamkan secara inklusif ke seluruh lapisan masyarakat. Gerakan menjaga lingkungan dinilai akan tumbuh lebih kuat ketika setiap individu mendapatkan kesempatan berpartisipasi yang setara.