Cek Daftar Terbaru Mobil yang Boleh Isi Pertalite 2026, Resmi Berlaku?

Cek Daftar Terbaru Mobil yang Boleh Isi Pertalite 2026, Resmi Berlaku?
Foto: Cek Daftar Terbaru Mobil yang Boleh Isi Pertalite 2026, Resmi Berlaku?. (Illustration by Pexels)

Penentuan jenis bahan bakar minyak (BBM) yang tepat untuk kendaraan sering kali memicu pertanyaan di kalangan pemilik mobil. Secara teknis, kelayakan mobil menggunakan Pertalite sebenarnya ditentukan oleh spesifikasi mesin, terutama pada bagian rasio kompresi.

Banyak anggapan bahwa kapasitas mesin atau cc menjadi tolok ukur utama dalam memilih bahan bakar subsidi ini. Namun, faktanya kesesuaian oktan lebih bergantung pada seberapa besar tekanan udara dan bahan bakar di dalam ruang bakar mesin.

Daftar Mobil yang Sesuai dengan Spesifikasi Pertalite

Beberapa kendaraan populer di Indonesia secara teknis masih memungkinkan untuk mengonsumsi BBM dengan angka oktan RON 90. Salah satu contoh yang paling menonjol adalah Toyota Avanza, baik untuk varian mesin 1.300 cc maupun 1.500 cc.

Berdasarkan panduan resmi pabrikan, mobil yang dijuluki "sejuta umat" ini disarankan menggunakan bahan bakar tanpa timbal dengan oktan 90 atau lebih tinggi. Hal ini bertujuan agar performa mesin tetap terjaga secara optimal selama digunakan berkendara.

Selain Toyota, Mitsubishi juga memberikan rekomendasi serupa untuk dua model andalan mereka di pasar Indonesia. Pemilik Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross diarahkan untuk menggunakan jenis bahan bakar yang setara dengan karakteristik Pertalite.

Aturan Khusus untuk Mobil LCGC

Kondisi yang berbeda justru berlaku bagi deretan mobil Low Cost Green Car (LCGC) meskipun harganya lebih ekonomis dibanding Avanza. Kendaraan dalam kategori ini, seperti Toyota Agya dan Calya, justru memiliki standar bahan bakar yang lebih tinggi.

Mesin mobil LCGC umumnya dirancang dengan rasio kompresi yang cukup tinggi, yakni berada pada rentang 10:1 hingga 11:1. Dengan spesifikasi tersebut, mesin jenis ini membutuhkan bahan bakar dengan oktan minimal RON 92, setara dengan Pertamax.

Penggunaan BBM RON 92 pada mobil LCGC juga sudah menjadi standar baku yang ditetapkan oleh pemerintah. Aturan ini tertuang jelas dalam Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 36 Tahun 2021 tentang kendaraan rendah emisi.

Poin penting mengenai aturan BBM pada mobil LCGC berdasarkan regulasi pemerintah:

  • Wajib menggunakan bahan bakar dengan angka oktan (RON) minimal 92 untuk mesin bensin.
  • Mesin diesel dalam kategori ini harus menggunakan bahan bakar dengan cetane number minimal 51.
  • Penanda informasi penggunaan BBM wajib dicantumkan pada bagian dalam penutup tangki bahan bakar.
  • Stiker informasi oktan juga harus terpasang secara jelas di pojok bawah kaca bagian belakang mobil.

Ketentuan ini bertujuan untuk memastikan mesin bekerja efisien dan emisi karbon yang dihasilkan tetap rendah sesuai standar lingkungan. Jika mobil LCGC dipaksakan menggunakan Pertalite, risiko kerusakan mesin dalam jangka panjang bisa saja terjadi.

Panduan Memilih BBM Berdasarkan Rasio Kompresi

Memahami hubungan antara rasio kompresi mesin dan angka oktan sangat penting bagi setiap pemilik kendaraan. Pertamina Patra Niaga telah merilis panduan umum untuk memudahkan masyarakat memilih jenis BBM yang paling sesuai.

Berikut adalah ringkasan panduan pemilihan BBM berdasarkan spesifikasi teknis mesin kendaraan:

Jenis BBM Angka Oktan (RON) Rasio Kompresi Mesin
Pertalite RON 90 9:1 sampai 10:1
Pertamax RON 92 10:1 sampai 11:1
Pertamax Green RON 95 11:1 sampai 12:1
Pertamax Turbo RON 98 11:1 sampai 13:1
Pertamax Racing RON 100 13:1 ke atas

Data di atas menunjukkan bahwa Pertalite paling ideal digunakan untuk mesin dengan rasio kompresi menengah, yaitu di bawah 10:1. Pemilihan bahan bakar yang tidak sesuai dengan kompresi mesin dapat menyebabkan gejala mesin "ngelitik" atau knocking.

Selain mengikuti panduan teknis tersebut, pemilik mobil sangat disarankan untuk selalu merujuk pada buku manual kendaraan masing-masing. Hal ini penting untuk memastikan garansi mesin tetap berlaku dan masa pakai komponen kendaraan menjadi lebih lama.

Artikel terkait

Rekomendasi