Pemerintah Arab Saudi meningkatkan kualitas pelayanan bagi jutaan jemaah menjelang puncak musim haji 1447 Hijriah. Salah satu inovasi utamanya adalah penyediaan pusat bantuan telepon terpadu yang beroperasi nonstop dalam 11 bahasa internasional.
Seperti dikutip dari Cahaya, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah mengaktifkan nomor layanan terpadu 1966. Fasilitas ini disiapkan untuk membantu jemaah dalam memperoleh informasi, menyampaikan keluhan, hingga meminta bantuan darurat selama berada di Tanah Suci.
Kehadiran call center multibahasa ini merupakan bagian dari transformasi digital yang masif di Arab Saudi. Bagi jutaan Muslim dari berbagai negara, akses komunikasi ini sangat krusial untuk mengatasi berbagai kendala lapangan secara cepat.
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi memastikan bahwa call center 1966 beroperasi penuh selama 24 jam setiap hari. Jemaah dapat bertanya mengenai jadwal transportasi, lokasi akomodasi, hingga akses layanan kesehatan melalui satu pintu saluran komunikasi.
Selain informasi rutin, sistem ini berfungsi sebagai wadah pengaduan terkait kendala pelayanan di Makkah, Madinah, maupun area Armuzna. Pemerintah setempat menegaskan bahwa setiap laporan akan ditangani secara efisien melalui koordinasi lintas lembaga yang terintegrasi.
Pengelolaan haji modern memang memerlukan sistem layanan publik yang kompleks. Hal ini selaras dengan ulasan dalam buku Hajj and the Global Muslim World karya Barbara D. Metcalf yang menyebutkan pentingnya manajemen komunikasi bagi jutaan manusia dengan latar belakang budaya beragam.
Dukungan Komunikasi dalam 11 Bahasa Dunia
Aspek yang paling menonjol dari layanan ini adalah tersedianya dukungan dalam 11 bahasa internasional. Kebijakan ini diambil untuk memastikan tidak ada hambatan komunikasi saat jemaah dari berbagai belahan dunia memerlukan bantuan mendesak.
Dukungan bahasa tersebut diperkirakan mencakup bahasa Arab, Inggris, Urdu, Turki, Melayu, serta beberapa bahasa utama dari kawasan Asia dan Afrika lainnya. Sistem panggilan akan secara otomatis menghubungkan jemaah dengan petugas yang menguasai bahasa sesuai kebutuhan pelapor.
Langkah ini dinilai strategis mengingat data Kementerian Haji menunjukkan setiap tahun terdapat jemaah dari lebih 180 negara. Penanganan panggilan dilakukan menggunakan infrastruktur teknologi modern yang mendukung proses tindak lanjut laporan menjadi lebih akurat.
Transformasi Digital Sesuai Visi Saudi 2030
Digitalisasi layanan publik di sektor haji merupakan bagian dari agenda besar Saudi Vision 2030. Upaya ini bertujuan meningkatkan kualitas pengalaman spiritual para tamu Allah melalui inovasi teknologi yang terus dikembangkan setiap tahunnya.
Muna Al-Shammari dalam bukunya Digital Transformation in the Gulf Cooperation Council Countries menjelaskan bahwa Arab Saudi gencar mengintegrasikan teknologi pada layanan haji. Inovasi ini mencakup visa elektronik hingga aplikasi navigasi khusus untuk memudahkan pergerakan jemaah.
F. E. Peters melalui karyanya The Hajj: Pilgrimage in Islam juga menekankan bahwa haji adalah operasi logistik global yang rumit. Oleh karena itu, pusat bantuan multibahasa menjadi instrumen penting agar koordinasi keamanan dan keselamatan jemaah berjalan lancar di area yang terbatas.
Aplikasi Khusus bagi Jemaah Indonesia
Selain fasilitas dari pemerintah Saudi, jemaah asal Indonesia juga dibekali dengan sistem pelaporan mandiri melalui aplikasi Kawal Haji. Aplikasi ini dirancang oleh pemerintah Indonesia sebagai saluran komunikasi terpadu bagi jemaah maupun petugas di lapangan.
Pelaksana Siskohat Kantor Urusan Haji Jeddah, Ali Sadikin, menjelaskan kegunaan aplikasi tersebut. "Laporan yang dapat disampaikan meliputi masalah konsumsi, akomodasi, transportasi, kesehatan, layanan ibadah, hingga situasi darurat seperti jemaah hilang atau barang tercecer," ujar Ali Sadikin.
Integrasi layanan digital ini diharapkan dapat memangkas waktu penanganan masalah secara signifikan. Kehadiran call center 24 jam dan aplikasi pendukung lainnya memastikan jemaah dapat beribadah dengan lebih aman dan tenang di tengah kepadatan musim haji.