Insiden maut melibatkan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026), mengakibatkan 16 orang meninggal dunia. Peristiwa yang terjadi pukul 12.39 WIB ini menyebabkan kedua kendaraan terbakar hebat setelah bertabrakan di wilayah Kelurahan Karang Jaya.
Data yang dihimpun menunjukkan bahwa korban jiwa terdiri dari 14 penumpang bus ALS dan dua orang dari truk tangki milik PT Seleraya. Dilansir dari Money, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan telah menerjunkan tim gabungan untuk melakukan pendataan identitas korban serta menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menyatakan bahwa pemerintah saat ini masih mendalami kronologi kejadian bersama pihak terkait. Koordinasi dilakukan melibatkan Kepolisian, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumatera Selatan, Dinas Perhubungan, dan KNKT.
"Untuk penyebab kecelakaan, kami akan menunggu investigasi KNKT dan pihak kepolisian yang saat ini masih berproses," ujar Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.
Kementerian Perhubungan menekankan pentingnya kepatuhan perusahaan otobus terhadap standar keselamatan jalan. Aan mengingatkan bahwa setiap armada yang beroperasi harus lolos uji teknis maupun administrasi sesuai dengan perizinan yang berlaku.
"Seluruh perusahaan bus wajib mengoperasikan armada yang memenuhi persyaratan teknis kelaikan jalan dan persyaratan administrasi sesuai perizinannya," kata Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.
Selain faktor kendaraan, aspek kesiapan personel pengemudi menjadi sorotan utama dalam evaluasi angkutan umum. Operator bus diminta melakukan pemeriksaan ketat terhadap kesehatan sopir sebelum memulai perjalanan jauh.
"Setiap pengemudi wajib dicek kesehatannya, mengecek kondisi kendaraan sebelum beroperasi, dan wajib memiliki kompetensi yang baik dalam mengemudikan kendaraan," ujar Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.
Berdasarkan penyelidikan kepolisian di lapangan, muncul dugaan awal mengenai pemicu benturan keras tersebut. Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang MuÔÇÖmin Wijaya, menyebutkan adanya faktor kondisi jalan di lokasi kejadian.
"Diduga bus menghindari lubang, lalu mengambil jalur kanan dan bertabrakan dengan mobil tangki dari arah Jambi menuju Lubuklinggau," jelas Nandang MuÔÇÖmin Wijaya, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan.
Pihak kepolisian masih terus melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan validitas temuan awal tersebut. Analisis sementara mengarah pada keputusan pengemudi saat berupaya melewati kerusakan jalan yang berujung pada kecelakaan fatal.
"Dari hasil penyelidikan awal, kecelakaan diduga karena faktor human error, di mana pengemudi bus ALS berupaya menghindari lubang di badan jalan, lalu mengambil jalur kanan," kata Nandang MuÔÇÖmin Wijaya, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan.