Ratusan buruh mengenakan kaos krem hasil desain Presiden Prabowo Subianto saat merayakan Hari Buruh Internasional atau May Day di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, pada Jumat (1/5/2026). Perlengkapan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian kepala negara terhadap kenyamanan para pekerja selama melakukan aksi di lapangan.
Dilansir dari Megapolitan, kaos tersebut menampilkan visual siluet enam orang berwarna biru yang sedang mengepalkan tangan ke udara. Pada sisi depan dan belakang pakaian terdapat tulisan "May Day 2026" dengan paduan warna merah dan biru, lengkap dengan semboyan "Bagimu Negeri Jiwa Raga Kami" serta atribut bendera merah putih pada bagian lengan.
Ketua Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Elly Rosita Silaban, memberikan konfirmasi mengenai asal-usul atribut yang digunakan para peserta aksi tersebut. Elly menegaskan bahwa pakaian yang tidak mencantumkan identitas organisasi tertentu itu merupakan rancangan pribadi presiden.
"Yang bertuliskan May Day 2026 tanpa ada logo serikat buruh adalah desain dari Pak Presiden," ujar Elly saat dikonfirmasi wartawan, Jumat.
Selain pakaian, massa juga membawa payung bernuansa merah putih yang memiliki logo serupa untuk melindungi diri dari cuaca panas. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menjelaskan bahwa inisiatif ini muncul dalam pertemuan tertutup di awal Maret 2026.
Andi Gani menceritakan suasana diskusi saat dirinya bertemu dengan kepala negara selama hampir empat jam untuk membahas persiapan peringatan hari buruh tahun ini.
"Awal Maret saya berdua bertemu Presiden hampir 4 jam. Dan beliau menanyakan kesiapan May Day, dan beliau tidak ingin buruh kepanasan," ujar Andi Gani dalam konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Presiden menyatakan keinginannya untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi para buruh sebagai saluran komunikasi dan dukungan langsung dari pemerintah.
"Nah, itu langsung beliau sampaikan, 'Andi, saya tidak ingin buruh kepanasan. Saya ingin ada sesuatu hal dari saya bisa tersampaikan dari saya untuk buruh'," lanjutnya menirukan ucapan Presiden.
Instruksi presiden mencakup detail teknis mengenai pemilihan warna krem, biru, dan putih pada kaos agar terlihat serasi. Andi Gani juga menambahkan bahwa payung yang dibagikan memuat kata-kata perjuangan untuk menyemangati massa aksi.
"Ada kata-kata perjuangan nanti di payung. Dan warnanya banyak mengandung merah putih. Lalu warna kaos dapat saya spill, warnanya krem, ada biru dan putih," jelas Andi Gani.