Massa Buruh Demo Kantor PBB Tolak Indonesia Masuk Board of Peace

Massa Buruh Demo Kantor PBB Tolak Indonesia Masuk Board of Peace
Foto: Ilustrasi Massa Buruh Demo Kantor PBB Tolak Indonesia Masuk Board of Peace.

Massa dari Partai Buruh dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) melangsungkan aksi damai di Menara Thamrin, Jakarta, pada Jumat (30/1/2026). Dilansir dari Investortrust, demonstrasi di Kantor Perwakilan PBB ini bertujuan menyuarakan solidaritas bagi warga Gaza dan mendukung kedaulatan penuh rakyat Palestina.

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan manifestasi sikap politik buruh Indonesia terhadap krisis kemanusiaan. Selain isu Palestina, para buruh juga memprotes kebijakan pemerintah Indonesia untuk bergabung ke dalam Board of Peace (BoP) yang dibentuk oleh Amerika Serikat.

Said menekankan komitmen organisasi buruh dalam mengawal isu-isu kemanusiaan global yang berdampak pada masyarakat sipil di wilayah konflik.

"Aksi hari ini adalah suara solidaritas kemanusiaan dari buruh Indonesia. Buruh bukan hanya bicara soal upah dan pekerjaan, tapi juga bicara soal nilai: menolak penjajahan, menolak kekerasan, dan berdiri bersama rakyat yang tertindas," kata Said dalam keterangannya, Jumat.

Pihak buruh mengajukan tiga poin tuntutan utama, salah satunya adalah penguatan peran PBB. Penegasan diberikan agar lembaga internasional tersebut lebih efektif dalam menciptakan perdamaian, menghentikan konflik, dan menjamin perlindungan hak asasi manusia.

Iqbal juga menyoroti pentingnya keadilan dalam menjalankan mandat perdamaian agar organisasi tersebut tidak kehilangan relevansinya di mata dunia.

"Kami mendukung PBB diperkuat agar benar-benar menjadi institusi perdamaian dunia, bukan sekadar simbol. Perdamaian harus ditegakkan, bukan hanya diwacanakan,ÔÇØ ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, penolakan keras disampaikan terkait wacana keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace. Said menilai langkah tersebut berisiko mereduksi substansi kemanusiaan menjadi sekadar alat kompromi politik antarnegara.

Kekhawatiran buruh berpusat pada potensi kaburnya akar konflik jika Indonesia masuk ke dalam struktur yang dinilai sarat kepentingan tersebut.

"Kami menolak Indonesia masuk ke Board of Peace (BoP). Jangan sampai perdamaian dijadikan alat legitimasi dan mengaburkan akar konflik, yaitu pendudukan dan agresi," kata dia.

Aksi ini sekaligus mempertegas posisi Partai Buruh dan KSPI yang menginginkan kemerdekaan Palestina tanpa adanya intervensi dari Israel. Said Iqbal menutup pernyataan dengan menyebut dukungan ini sebagai persoalan prinsip yang selaras dengan amanat konstitusi Indonesia dalam menghapuskan penjajahan.

Artikel terkait

Rekomendasi