Buku Warna Bali Bedah Filosofi Budaya dan Identitas Lokal

Buku Warna Bali Bedah Filosofi Budaya dan Identitas Lokal
Foto: Ilustrasi Buku Warna Bali Bedah Filosofi Budaya dan Identitas Lokal.

Filosofi warna dalam kebudayaan masyarakat Bali yang tertuang dalam kesenian serta kehidupan sehari-hari kini dirangkai dalam sebuah buku baru berjudul "Warna Bali".

Karya ini tidak hanya berfungsi sebagai catatan akademis bagi pembaca, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam merawat sistem pengetahuan lokal masyarakat setempat.

Dilansir dari Kompas, kehadiran buku ini bertujuan mempertegas identitas budaya Bali yang terus bersinggungan dengan dinamika perkembangan zaman modern.

Proses penyusunan buku "Warna Bali" telah dimulai sejak tahun 2021 melalui serangkaian riset mendalam untuk menghimpun berbagai praktik kebudayaan yang masih eksis.

Melalui pendekatan ilmiah dan kolaborasi bersama tim akademisi, riset tersebut berhasil memetakan bagaimana warna menjadi elemen krusial bagi masyarakat.

Penelitian dalam buku ini mengungkap bahwa warna bukan sekadar unsur estetika semata, melainkan bagian fundamental dari sistem kesadaran dan nilai budaya.

Konsep filosofis tersebut tercermin secara nyata dalam berbagai medium kesenian tradisional Bali, mulai dari pertunjukan wayang hingga kerajinan ukiran kayu.

Representasi warna juga ditemukan pada pembuatan topeng serta kain tradisional yang menjadi simbol identitas dan nilai luhur yang dianut masyarakat Bali.

Lebih jauh lagi, buku ini memberikan penegasan bahwa praktik kebudayaan tersebut bukanlah sekadar peninggalan masa lalu yang statis atau mulai ditinggalkan.

Berbagai praktik kebudayaan yang dibahas dalam buku ini terbukti masih terus dijalankan secara konsisten oleh masyarakat hingga saat ini.

Keberadaan tradisi tersebut juga terus mengalami dinamika yang selaras dengan perubahan zaman tanpa kehilangan esensi filosofis utamanya.

Artikel terkait

Rekomendasi