Bukan Sekadar Administrasi: Geliat Inovasi RT di Jakarta

Bukan Sekadar Administrasi: Geliat Inovasi RT di Jakarta
Foto: Ilustrasi Bukan Sekadar Administrasi: Geliat Inovasi RT di Jakarta.

Peran rukun tetangga (RT) di sejumlah wilayah Jakarta dan sekitarnya kini tak lagi sebatas urusan administrasi warga.

Sejumlah RT mulai tampil dengan berbagai inovasi yang menyentuh layanan publik, keamanan lingkungan, hingga penguatan ekonomi berbasis komunitas.

Di Jakarta Utara, RT 07 RW 08 Kelurahan Rawa Badak Selatan dipimpin mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta, Sahdan Arya Maulana (19), yang dipercaya memimpin sekitar 150 kepala keluarga atau 750 jiwa.

Meski sempat diragukan karena usianya masih muda, Sahdan justru menang telak dalam pemilihan.

"Banyak yang remehin. Kayak anak muda bisa apa. Tapi, ya, kita buktiin aja," kata Sahdan saat ditemui Kompas.com, Sabtu (12/7/2025).

Kemenangan pemuda berusia 19 tahun ini dalam proses demokrasi tingkat rukun tetangga terbilang sangat signifikan dibandingkan rivalnya.

"Jalur voting kita, kemarin sempat ada lawannya juga. Hasil suaranya jauh sekali, lawannya 17 suara, saya 126 suara," ujarnya Sahdan, Ketua RT 07 RW 08 Kelurahan Rawa Badak Selatan.

Salah satu langkah awal yang dilakukan Sahdan adalah memperbaiki jalan lingkungan sepanjang 100 meter menggunakan dana swadaya RT sebesar Rp 23 juta tanpa bantuan pemerintah.

Tindakan cepat diambil olehnya karena melihat infrastruktur di sekitar permukiman warga yang memerlukan penanganan segera.

"Tadinya rencana mengecor satu bulan ke depan. Tapi, karena kondisi jalan rusak parah, akhirnya langsung dicor hari itu juga," ucap Sahdan, Ketua RT 07 RW 08 Kelurahan Rawa Badak Selatan.

Sahdan juga menyebut memiliki cita-cita lebih besar di masa depan.

Kepemimpinan di tingkat lingkungan ini dipandang sebagai batu loncatan untuk pengabdian yang lebih luas di tingkat megapolitan.

"Pengin menunjang karier. Karena cita-citanya pengin jadi Gubernur Jakarta," kata Sahdan, Ketua RT 07 RW 08 Kelurahan Rawa Badak Selatan.

Ubah Selokan Jadi Sumber Ekonomi dan Gizi Warga

Di Jakarta Timur, inovasi datang dari RT 08 RW 04 Malaka Jaya, Duren Sawit, yang dipimpin Taufiq Supriadi.

Ia memanfaatkan selokan sebagai kolam budidaya ikan lele dengan sistem dua lantai.

Ide kreatif untuk menyulap saluran pembuangan air ini didapatkan setelah melakukan perjalanan ke luar negeri dan melihat tata kelola lingkungan di sana.

"Waktu ke Tokyo, saya lihat ada ikan di saluran air. Itu sama seperti ini dua lantai, bagian bawah untuk air kotor, bagian atasnya untuk ikan," ujar Taufiq Supriadi, Ketua RT 08 RW 04 Malaka Jaya.

Dari sistem tersebut, ia menyebut hasil panen bisa mencapai puluhan juta rupiah per tahun.

Nilai ekonomi yang dihasilkan dari pemanfaatan ruang sempit ini terbukti mampu memberikan kontribusi finansial yang nyata.

"Lele yang dipanen itu dijual Rp 25.000 per kilo, jadi kalau sekali panen bisa dapat Rp 20 juta," katanya Taufiq Supriadi, Ketua RT 08 RW 04 Malaka Jaya.

Selain untuk ekonomi, Taufiq juga mengembangkan ÔÇ£kolam gizi wargaÔÇØ untuk balita dan lansia guna pencegahan stunting.

Langkah sosial ini ditujukan guna memastikan kelompok rentan di lingkungannya mendapatkan asupan nutrisi yang memadai tanpa biaya.

"Saya bikin kolam gizi buat warga, untuk lansia dan balita, isinya ikan nila dan bawal yang bisa ambil dan dikonsumsi secara gratis," ujarnya Taufiq Supriadi, Ketua RT 08 RW 04 Malaka Jaya.

RT Digital di Gandaria Utara

Sementara itu di Gandaria Utara, Jakarta Selatan, RT 11 RW 7 yang dipimpin Imam Basori atau Ibas mengembangkan sistem keamanan berbasis digital bernama ÔÇ£Si Jaga WargaÔÇØ.

Dalam merancang program, kearifan lokal tetap menjadi pertimbangan utama agar selaras dengan identitas wilayah.

"Kalau Jakarta berarti kan harus Betawi-nya. Enggak mungkin dong dari Jawa Timur kan enggak nyambung," kata Ibas, Ketua RT 11 RW 7 Gandaria Utara.

Sistem tersebut mencakup pengeras suara malam, panic button, QR patroli, hingga CCTV yang bisa diakses warga melalui ponsel.

Teknologi informasi ini dimanfaatkan untuk memastikan ketertiban lingkungan terjaga secara terjadwal setiap harinya.

"Nah, itu isinya imbauan masyarakat, khususnya anak-anak nih jam malam, jam 22.00 WIB sudah bisa kembali lagi ke rumah," ujar Ibas, Ketua RT 11 RW 7 Gandaria Utara.

Selain keamanan, RT tersebut juga mengembangkan program ekonomi warga melalui aplikasi ÔÇ£RT 11 MartÔÇØ, bank sampah, hingga usaha jasa berbasis komunitas.

Catatan Pengamat: Inovasi Perlu Diawasi

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, menilai inovasi di tingkat RT merupakan hal positif yang dapat menjadi contoh bagi wilayah lain.

Apresiasi perlu diberikan terhadap langkah kreatif ini demi mendorong peningkatan kualitas pelayanan masyarakat di tingkat paling bawah.

"Ya, bahwa inovasi sepatutnya kita apresiasi, itu hal-hal baik, yang dikembangkan dan dipertahankan untuk lebih baik dalam rangka optimal bahasa layanan publik," kata Trubus Rahadiansyah, Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti.

Trubus menyebut inovasi tersebut dapat menjadi role model bagi RT lain. Namun, ia mengingatkan pentingnya pengawasan agar inovasi tidak disalahgunakan.

Aspek legalitas dan potensi penyalahgunaan sistem digital menjadi perhatian penting yang harus diantisipasi sejak dini.

"Nah yang ketiga, ini bagaimana kemudian setelah ini harus ada pemikiran agar jenis aplikasi aplikasi hasil inovasi, tak digunakan untuk melakukan perbuatan melawan hukum," kata Trubus Rahadiansyah, Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti.

Trubus juga menekankan perlunya pelatihan dan penguatan aturan hukum bagi pengurus RT.

Edukasi yang komprehensif dinilai menjadi kunci utama agar seluruh program inovatif dapat berjalan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

"Kalau yang ideal itu dikasihkan pembelajaran, pelatihan, termasuk juga edukasi kaitan dengan pemahaman aturan hukumnya," tutup Trubus Rahadiansyah, Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti.

Artikel terkait

Rekomendasi