Ketua Umum Projo Budi Arie mendesak berbagai pihak untuk menghentikan penyebaran informasi palsu dan fitnah di media sosial yang menyasar Presiden ke-7 RI Joko Widodo serta Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla demi menjaga situasi kondusif nasional.
Permintaan tersebut disampaikan Budi Arie merespons polemik yang berkembang di masyarakat, sebagaimana dilansir dari Kompas. Ia secara khusus menyoroti narasi yang menuduh Jusuf Kalla membiayai gerakan terkait isu ijazah Joko Widodo.
Budi Arie menilai tuduhan yang dialamatkan kepada mantan wakil presiden tersebut tidak masuk akal dan merugikan nama baik para tokoh senior bangsa.
"Kan juga salah kalau kita memfitnah seseorang yang tidak melakukan, misalnya fitnah soal Pak JK membiayai, soal ijazah Pak Jokowi,ÔÇØ katanya Budi Arie, Ketua Umum Projo.
Pernyataan ini bertujuan mengingatkan publik bahwa baik Joko Widodo maupun Jusuf Kalla adalah figur penting yang memiliki rekam jejak kepemimpinan panjang di Indonesia. Budi Arie menegaskan bahwa keduanya seharusnya dipandang sebagai teladan bagi masyarakat luas.
Pihak Jusuf Kalla melalui Juru Bicara Husain Abdullah turut memberikan tanggapan terkait isu yang menerpa mantan Ketua Umum Partai Golkar tersebut. Husain menyatakan optimisme bahwa kegaduhan ini akan segera berakhir.
"Menurut saya ini akan selesai dan itu semua kemudian memberikan kita kesempatan melihat ke depan untuk menata bangsa ini. Kalau kita kuatkan, kalau bersama ya mungkin kita bisa lebih tangguh,ÔÇØ katanya Husain Abdullah, Juru Bicara Jusuf Kalla.
Pihak Jusuf Kalla berharap agar masyarakat dapat segera beralih dari polemik ini untuk kembali fokus pada upaya pembangunan dan penguatan ketangguhan bangsa di masa depan.