BSSN dan Asbanda Perkuat Keamanan Siber Perbankan Daerah

BSSN dan Asbanda Perkuat Keamanan Siber Perbankan Daerah
Foto: Ilustrasi BSSN dan Asbanda Perkuat Keamanan Siber Perbankan Daerah.

Akselerasi transformasi digital di sektor perbankan menuntut penguatan sistem keamanan siber sebagai langkah krusial. Seperti dilansir dari Media Indonesia, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) berkolaborasi dengan Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk meningkatkan proteksi digital perbankan daerah.

Kesepakatan strategis ini ditandatangani oleh Sekretaris Utama BSSN Soetedjo Joewono bersama Ketua Umum Asbanda Agus H Widodo. Prosesi tersebut disaksikan secara langsung oleh Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi serta dihadiri oleh jajaran direksi Bank Pembangunan Daerah (BPD) dari berbagai wilayah.

Perkembangan teknologi perbankan dinilai selalu beriringan dengan munculnya celah ancaman digital baru. Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi menekankan pentingnya keselarasan antara inovasi teknologi dan penguatan benteng pertahanan siber dalam tataran manajemen BPD.

ÔÇ£Keamanan siber saat ini bukan lagi sekadar urusan teknis, melainkan telah menjadi pilar penting dalam mitigasi risiko bisnis,ÔÇØ ujar Nugroho.

Sektor keuangan saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada aspek operasional konvensional. Menurut Ketua Umum Asbanda Agus H Widodo, variabel penentu kini meliputi aspek kecepatan adaptasi teknologi, keandalan proteksi data, serta tingkat kepercayaan digital dari para nasabah.

ÔÇ£Serangan siber bukan hanya berdampak pada sistem teknologi informasi, tetapi juga dapat memengaruhi kepercayaan publik, stabilitas operasional, reputasi institusi, bahkan stabilitas ekonomi daerah dan nasional,ÔÇØ tutur Agus.

Sebagai pilar penyokong ekonomi lokal dan mitra strategis pemerintah daerah, stabilitas operasional BPD menjadi krusial untuk pelayanan publik. Kerja sama antara BSSN dan Asbanda ini dirancang guna memitigasi risiko gangguan sistem yang dapat menghambat aktivitas ekonomi masyarakat di daerah.

Implementasi kemitraan mencakup pengembangan sistem peringatan dini (early warning system) serta peningkatan kesadaran dan kompetensi siber sumber daya manusia. Selain itu, kolaborasi difokuskan pada pertukaran informasi ancaman siber, perbaikan tata kelola teknologi, dan penumbuhan budaya ketahanan siber.

Sinergi ini memposisikan BSSN sebagai mitra strategis perbankan dalam membangun benteng pertahanan digital yang solid.

ÔÇ£Menjaga keamanan siber pada akhirnya bukan hanya menjaga sistem teknologi, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat dan masa depan industri keuangan Indonesia,ÔÇØ tandas Agus.

Artikel terkait

Rekomendasi