Anak Korban Daycare Little Aresha Alami Bronkitis dan Gizi Buruk

Anak Korban Daycare Little Aresha Alami Bronkitis dan Gizi Buruk
Foto: Ilustrasi Anak Korban Daycare Little Aresha Alami Bronkitis dan Gizi Buruk.

Sejumlah orang tua korban kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta melaporkan kondisi kesehatan anak mereka yang mengalami bronkitis hingga gizi buruk dalam audiensi bersama Wakil Ketua Komisi X DPR RI pada Rabu (29/4/2026). Penelantaran tersebut diduga dilakukan oleh pengelola yayasan yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kondisi fisik dan psikis ratusan anak terdampak akibat praktik tidak manusiawi di lembaga penitipan anak tersebut. Dilansir dari Suara, para orang tua merasa tertipu oleh pencitraan Ketua Yayasan, Diyah Kusumastuti (DK), yang selama ini menunjukkan sikap santun namun diduga melakukan tindakan keji terhadap para siswa.

Kholivia Rahmawati, salah satu orang tua yang menitipkan tiga buah hatinya, mengungkapkan kekecewaannya atas perilaku pengelola yang sangat jauh dari kesan pertama mereka. Ia merasa manipulasi tutur kata tersangka telah menutupi fakta penderitaan anak-anak di dalam gedung.

"Hewan pun lebih baik dari ini rasanya. Kami tertipu penampilan santunnya," ujar Via, Orang Tua Korban.

Via menjelaskan bahwa anak bungsunya menderita batuk pilek kronis hingga didiagnosa bronkitis setelah sering dibiarkan tidur tanpa pakaian di lantai yang lembap. Selain itu, anak berusia dua tahun tersebut mengalami stunting meskipun orang tua rutin mengirimkan bekal bergizi.

"Ternyata bekal yang saya bawakan sebagian dimakan oleh pengasuh. Anak saya dibuat gizi buruk," ungkap Via, Orang Tua Korban.

Dampak serupa juga dialami oleh anak dari Shevinna Putti yang sempat didiagnosis mengalami gejala pneumonia pada 2025 serta gizi buruk pada awal 2026. Meski telah diberikan susu khusus sesuai resep dokter spesialis selama tiga bulan, kondisi kesehatan anak tersebut tidak kunjung membaik selama berada dalam pengawasan daycare.

Temuan dari video penggerebekan memperkuat bukti adanya penelantaran setelah sisa makanan anak ditemukan di dalam ember dan dinding bangunan dipenuhi jamur hitam. Padahal, laporan harian yang diterima orang tua melalui admin selalu mengeklaim bahwa makanan dan bekal anak-anak selalu habis dikonsumsi.

Keluarga korban kini menuntut restitusi materiel dan imateriel kepada tersangka Diyah Kusumastuti atas kerugian kesehatan dan trauma yang dialami anak-anak mereka. Kasus ini dikoordinasikan oleh Sukirman yang mewakili suara para orang tua dalam upaya mencari keadilan melalui jalur hukum dan legislatif.

Artikel terkait

Rekomendasi