BRI Manajemen Investasi Edukasi Milenial Kelola Keuangan dengan Rumus 10-20-30-40

BRI Manajemen Investasi Edukasi Milenial Kelola Keuangan dengan Rumus 10-20-30-40
Foto: Ilustrasi BRI Manajemen Investasi Edukasi Milenial Kelola Keuangan dengan Rumus 10-20-30-40.

PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) mendorong generasi Milenial dan Gen Z untuk menerapkan prinsip pengelolaan keuangan 10-20-30-40 guna menjamin kesejahteraan di masa tua. Strategi alokasi pendapatan ini disampaikan dalam diskusi Investortrust Goes to Campus di Universitas Tarumanagara, Jakarta, Kamis (19/10/2023).

Penerapan rumus tersebut bertujuan untuk menciptakan perencanaan keuangan yang lebih sehat dan efektif bagi anak muda. Dilansir dari Investortrust, pembagian proporsi bulanan ini mencakup alokasi untuk kebaikan, tabungan masa depan, cicilan, hingga kebutuhan konsumsi harian.

Head of Retail & Digital Distribution BRI-MI, Bagus Setyawan menjelaskan bahwa setiap angka dalam prinsip tersebut merepresentasikan persentase distribusi gaji yang ideal. Hal ini mencakup 10 persen untuk aspek sosial, 20 persen dana darurat dan investasi, 30 persen cicilan produktif, serta 40 persen biaya hidup.

"Prinsip ini menekankan perencanaan keuangan yang sehat, tepat, dan efektif," kata Bagus Setyawan, Head of Retail & Digital Distribution BRI-MI.

Dalam pemaparannya, Bagus merinci bahwa porsi pertama harus difokuskan pada kegiatan filantropi atau donasi. Langkah ini dianggap sebagai bentuk investasi jangka panjang yang bersifat spiritual bagi pemilik pendapatan.

"Sekitar 10% pendapatan kita bisa dialokasikan untuk ÔÇÿinvestasi akhiratÔÇÖ, seperti sedekah, dan lainnya," tutur Bagus Setyawan.

Setelah alokasi sosial terpenuhi, Bagus menyarankan penggunaan 20 persen pendapatan untuk proteksi dan pengembangan aset. Ia secara spesifik merekomendasikan instrumen pasar modal sebagai wadah penyimpanan dana tersebut.

ÔÇ£Nah, untuk investasi, yang 20% itu sebaiknya diinvestasikan pada reksa dana,ÔÇØ ujar Bagus Setyawan.

Terkait pengelolaan utang, BRI-MI menyarankan alokasi maksimal 30 persen untuk kewajiban yang bersifat meningkatkan nilai aset di masa depan. Bagus menekankan bahwa biaya tempat tinggal, baik melalui skema kredit maupun sewa, masuk dalam kategori beban produktif ini.

ÔÇ£Menyewa rumah juga termasuk kategori cicilan produktif,ÔÇØ ucap Bagus Setyawan.

Setelah kewajiban dan investasi terpenuhi, sisa pendapatan sebesar 40 persen dialokasikan untuk operasional harian. Porsi ini mencakup seluruh biaya mulai dari konsumsi hingga hiburan agar gaya hidup tetap terkendali.

ÔÇ£Sekitar 40% pendapatan bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, termasuk biaya makan, transportasi, pakaian, liburan, dan lainnya,ÔÇØ papar Bagus Setyawan.

Sebagai penutup, Bagus memberikan penegasan mengenai pentingnya memulai langkah investasi sedini mungkin tanpa menunda-nunda. Perencanaan yang matang pada setiap fase kehidupan dianggap menjadi kunci stabilitas finansial di masa depan.

"Jangan menunggu tidak berinvestasi karena berbagai alasan. Mulailah berinvestasi dari sekarang, karena investasi akan menjamin kehidupan kita di masa mendatang," tandas Bagus Setyawan.

Artikel terkait

Rekomendasi