Brantas Abipraya Garap Pembangunan Sekolah Rakyat Program Prabowo Subianto

Brantas Abipraya Garap Pembangunan Sekolah Rakyat Program Prabowo Subianto
Foto: Ilustrasi Brantas Abipraya Garap Pembangunan Sekolah Rakyat Program Prabowo Subianto.

Program pembangunan Sekolah Rakyat yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dinilai selaras dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional ke-118 tahun 2026. Agenda tersebut mengusung tema 'Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara'.

Proyek ini merupakan implementasi dari Asta Cita Presiden Prabowo yang dipaparkan sejak masa kampanye Pilpres 2024. Visi besarnya adalah meningkatkan kesejahteraan, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan mewujudkan Indonesia Maju.

Komisaris Independen Brantas Abipraya, Santoso, mengonfirmasi bahwa Sekolah Rakyat ini dihadirkan untuk memangkas kesenjangan kualitas pendidikan. Program tersebut menyasar siswa-siswi dari keluarga kurang mampu, seperti dikutip dari Detik Finance.

Negara memegang tanggung jawab penuh dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia demi memperbaiki taraf hidup masyarakat. Akses pendidikan yang setara melalui Sekolah Rakyat ini diproyeksikan mampu mempercepat pencapaian target Indonesia Emas 2045.

Peningkatan mutu manusia ini juga krusial dalam menyambut bonus demografi pada periode 2035-2045. Pada masa tersebut, jumlah penduduk usia produktif akan mendominasi populasi Indonesia.

Menurut Santoso, langkah ini menjadi bentuk investasi jangka panjang negara demi melahirkan pemerataan pendidikan yang berkeadilan di seluruh penjuru tanah air.

"Sekolah Rakyat bukan sekadar pembangunan physical gedung pendidikan, tetapi investasi besar negara untuk membangun kualitas manusia Indonesia. Kebangkitan bangsa hanya dapat terwujud apabila generasi mudahnya memperoleh akses pendidikan yang adil, berkualitas, dan merata," ujar Santoso.

Santoso menjelaskan bahwa penguatan kapasitas SDM ini akan mengerek posisi Human Development Index (HDI) Indonesia yang dikeluarkan oleh UNDP. Hal ini sekaligus memperbaiki kualitas hidup masyarakat di berbagai lini.

"Indonesia memiliki peluang besar menjadi negara maju dengan dukungan bonus demografi, kekayaan sumber daya alam, kekuatan ekonomi sebagai anggota G20, serta posisi strategis Indonesia dalam politik global. Sehingga pembangunan manusia harus menjadi prioritas utama," kata Santoso.

Kehadiran program ini juga diyakini mampu menstimulus roda ekonomi di tingkat daerah melalui efek domino. Sektor perdagangan material bangunan diprediksi akan bergerak aktif seiring terbukanya lapangan kerja baru sejak masa konstruksi hingga operasional sekolah.

Presiden Prabowo ditegaskan tetap berkomitmen penuh untuk mengalokasikan mandatory spending di sektor pendidikan. Anggaran tersebut dipastikan menyasar masyarakat rentan secara tepat sasaran melalui proyek Sekolah Rakyat.

PT Brantas Abipraya (Persero) sebagai BUMN konstruksi mendapat penugasan resmi dari pemerintah untuk mengeksekusi pembangunan unit sekolah di berbagai wilayah. Pengerjaan ini dilakukan secara sinergis bersama BUMN sektor infrastruktur lainnya.

Santoso menandaskan bahwa penugasan ini menjadi saluran dedikasi korporasi kepada negara.

"Perusahaan berkomitmen menjaga kualitas pembangunan sesuai standar yang ditetapkan serta memastikan proyek selesai tepat waktu. Kita sambut SR jelang tahun ajaran baru 2026 ini, bertepatan dengan momentum 118 tahun Kebangkitan Nasional. Selamat datang siswa siswi Sekolah Rakyat generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045 bertepatan dengan 100 tahun Indonesia merdeka," ujar Santoso.

Artikel terkait

Rekomendasi