BPJS Kesehatan berkolaborasi dengan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dan Komunitas Lari Early Miles menggelar BPJS Kesehatan Fun Run 2026 di Lapangan Sepak Bola Undiksha pada Senin (25/5/2026). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya nyata mengedukasi masyarakat mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sekaligus mengajak penerapan gaya hidup sehat.
Acara tersebut diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai kalangan, termasuk jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), stakeholder, mitra BPJS Kesehatan, mahasiswa, komunitas lari, tenaga kesehatan, hingga masyarakat umum. Selain lari santai, agenda ini diramaikan dengan pemeriksaan kesehatan, skrining riwayat kesehatan, zumba bersama, serta stan UMKM.
Penyelenggaraan kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga keaktifan kepesertaan JKN melalui pembayaran iuran secara rutin dan tepat waktu. Berdasarkan informasi yang dihimpun, BPJS Kesehatan mencatat adanya tren peningkatan kasus penyakit kronis seperti Diabetes Melitus (DM) dan Hipertensi (HT), terutama pada kelompok usia produktif di bawah 45 tahun.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito memberikan penjelasan tertulis mengenai pentingnya memulai langkah sehat dari aktivitas fisik sederhana.
"Menjaga kesehatan dapat dimulai dari langkah sederhana, salah satunya dengan rutin melakukan aktivitas fisik seperti olahraga lari," ujar Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito.
Menurutnya, olahraga memiliki manfaat besar dalam menjaga kesehatan jantung, mengontrol gula darah, serta menurunkan risiko penyakit kronis. Penyakit-penyakit tersebut kini semakin banyak dialami oleh masyarakat usia muda.
"Penyakit kronis saat ini bukan lagi hanya dialami usia lanjut, tetapi juga mulai banyak ditemukan pada usia muda dan produktif. Karena itu, kami terus mendorong masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik rutin, menjaga pola makan, menjaga Kesehatan mental serta melakukan skrining kesehatan sejak dini," ujar Prihati Pujowaskito.
Sebagaimana dilansir dari Detik Health, data periode 2021-2025 menunjukkan jumlah peserta JKN yang terdiagnosis DM melonjak dari 240 ribu kasus menjadi lebih dari 401 ribu kasus, atau naik sekitar 67,4%. Sementara itu, kasus HT meningkat sekitar 43,9% dari 706 ribu kasus menjadi lebih dari 1 juta kasus.
Lonjakan kasus tersebut berdampak langsung pada peningkatan pembiayaan pelayanan kesehatan oleh BPJS Kesehatan. Pembiayaan untuk DM membengkak dari Rp 3,9 triliun pada 2021 menjadi Rp 8,7 triliun pada 2025, sedangkan untuk HT naik dari Rp 6,2 triliun menjadi Rp 15,1 triliun pada periode yang sama. Secara kumulatif sejak 2014 hingga 2025, total biaya yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp 151,4 triliun.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPJS Kesehatan menyediakan layanan digital yang dapat diakses masyarakat guna mendeteksi faktor risiko penyakit secara dini.
"Sekarang masyarakat semakin mudah mengakses layanan kesehatan digital melalui Aplikasi Mobile JKN. Di dalamnya tersedia berbagai fitur seperti antrean online, informasi peserta, hingga skrining riwayat kesehatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendeteksi faktor risiko penyakit sejak dini," kata Prihati Pujowaskito.
Langkah preventif lainnya juga diwujudkan melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Muda. Program ini menyasar kelompok usia produktif di bawah 45 tahun yang memiliki risiko atau telah terdiagnosis penyakit kronis agar dapat mencegah komplikasi sejak dini.
Seorang peserta Prolanis Muda yang hadir dalam acara tersebut memberikan tanggapannya mengenai manfaat program tersebut bagi generasi muda.
"Prolanis Muda hadir sebagai upaya promotif dan preventif bagi peserta JKN usia produktif di bawah 45 tahun yang memiliki risiko atau telah terdiagnosis penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi. Melalui program ini, kami ingin mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan sejak dini agar komplikasi penyakit kronis dapat dicegah," ujar Moh Taufiqurrahmann, Peserta Prolanis Muda.
Dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan ini juga datang dari pihak pemerintah daerah setempat yang menilai acara ini memperkuat sinergi lintas sektor.
"Kami mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Fun Run ini karena tidak hanya mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat," ujar Gede Suyasa, Sekretaris Daerah Buleleng.
Pihak akademisi turut menyampaikan pandangan senada mengenai pentingnya keterlibatan generasi muda dalam membangun kesadaran kesehatan sejak usia produktif.
"Keterlibatan generasi muda dalam kampanye hidup sehat menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran kesehatan sejak usia produktif," ujar I Ketut Sudiana, Wakil Rektor 3 UNDIKSHA.