Bank BPD Bali Kejar Target Modal Inti Rp6 Triliun

Bank BPD Bali Kejar Target Modal Inti Rp6 Triliun
Foto: Ilustrasi Bank BPD Bali Kejar Target Modal Inti Rp6 Triliun.

PT Bank BPD Bali tengah mempercepat peningkatan status kelas usaha menuju Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti atau KBMI 2 dengan pemenuhan ambang batas minimum sebesar Rp6 triliun. Dilansir dari Investortrust, akumulasi modal inti perseroan telah menyentuh angka Rp5,86 triliun hingga April 2026 yang didorong oleh sokongan dana pemegang saham serta retensi laba bersih.

ÔÇ£Pertumbuhan modal kami berasal dari laba ditahan dan dukungan pemegang saham daerah. Di sisi lain, kami juga membuka peluang konsolidasi untuk mempercepat skala usaha,ÔÇØ beber Nyoman Sudharma dalam wawancara dengan investortrust.id, Jumat (8/5/2026).

Akselerasi modal tersebut berjalan lebih cepat dari target awal perusahaan yang ditetapkan dalam rencana korporasi jangka panjang.

ÔÇ£Namun, melihat perkembangan sampai saat ini, sepertinya syarat modal inti sesuai KBMI 2 bisa dicapai pada 2026,ÔÇØ ujarnya.

Manajemen mencatat posisi modal inti pada kuartal I 2026 berada di angka Rp5,7 triliun sebelum naik menjadi Rp5,86 triliun pada bulan berikutnya.

ÔÇ£Kami terus melakukan upaya peningkatan fundamental bisnis, sinergi yang terintegrasi di seluruh lini bisnis untuk mendorong akselerasi pertumbuhan yang berkelanjutan,ÔÇØ beber Nyoman Sudharma.

Peningkatan aspek bisnis ini dibarengi dengan komitmen penyaluran dana ke sektor produktif, terutama segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM di seluruh wilayah Bali.

ÔÇ£Tingkat NPL yang relatif rendah mencerminkan penerapan prinsip kehati-hatian BPD Bali dalam penyaluran kredit serta penguatan manajemen risiko,ÔÇØ ujarnya.

Prinsip kehati-hatian tersebut diterapkan demi menjaga kestabilan tingkat profitabilitas di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi makro baik di level nasional maupun global.

ÔÇ£Untuk mengantisipasi kondisi ekonomi tersebut, langkah strategis dilakukan. BPD Bali menetapkan proyeksi pertumbuhan kredit secara konservatif,ÔÇØ tambahnya.

Selain kebijakan kredit yang konservatif, perseroan memperluas jangkauan layanan digital melalui pengoperasian sistem pembayaran QRIS lintas negara untuk menyasar sektor pariwisata internasional.

ÔÇ£Inovasi QRIS Cross Border merupakan jembatan strategis untuk menghubungkan UMKM lokal dengan ekosistem pariwisata global, sehingga manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha di tingkat desa,ÔÇØ pungkas Nyoman Sudharma, Direktur Utama PT Bank BPD Bali.

Secara keseluruhan, pertumbuhan kredit Bank BPD Bali tercatat melaju sebesar 8,66 persen secara tahunan menjadi Rp25,29 triliun pada kuartal pertama tahun ini. Aset perseroan ikut terkerek naik sebesar 8,23 persen hingga menyentuh Rp42,71 triliun, sementara perolehan Dana Pihak Ketiga tumbuh ke posisi Rp35,46 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi