BPA Fair 2026 Catat Kenaikan Penawar Serius Hingga 300 Persen

BPA Fair 2026 Catat Kenaikan Penawar Serius Hingga 300 Persen
Foto: Ilustrasi BPA Fair 2026 Catat Kenaikan Penawar Serius Hingga 300 Persen.

Masyarakat memberikan sambutan positif terhadap gelaran Badan Pemulihan Aset (BPA) Fair 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Senin (18/5/2026). Antusiasme tersebut terlihat dari tingginya partisipasi publik dalam mencari informasi, membuka akun baru, hingga menyetorkan uang jaminan lelang.

Lonjakan signifikan terjadi pada kategori penawar serius yang mengalami kenaikan hingga 300 persen, dengan 400 peserta tercatat telah menyetorkan uang jaminan. Dilansir dari Investor Daily, situs resmi BPA Fair telah diakses oleh 104.200 pengunjung dan 3.400 orang terdaftar sebagai pengunjung langsung.

Kepala BPA Dr. Kuntadi, S.H., M.H. memaparkan bahwa agenda ini menjadi momentum transformasi bagi institusi Kejaksaan dalam mengelola barang rampasan negara secara terbuka. Pihaknya menargetkan sebanyak 75 persen dari total 308 aset dalam 245 lot yang ditawarkan dapat laku terjual.

"Melalui pergelaran BPA Fair ini, masyarakat beserta seluruh pemangku kepentingan diajak untuk melihat secara langsung alur transparan pengurusan aset yang dikelola oleh negara. Penyelenggaraan BPA Fair ini didasari oleh tiga pilar utama yakni transparansi, integritas dan akselerasi penyelesaian aset," ujar Kuntadi.

Apresiasi atas sinergi yang solid disampaikan oleh Kepala BPA kepada jajaran Kejaksaan RI, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu, serta Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Kerja sama ini ditujukan guna memastikan seluruh mekanisme lelang berjalan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku dan kredibel.

"Kepala seluruh peserta lelang dan masyarakat yang hadir, partisipasi yang diberikan merupakan kontribusi nyata bagi negara, karena semakin banyak yang berpartisipasi, maka semakin banyak aset yang akan terjual dan semakin besar manfaat yang dikembalikan kepada negara," kata Kuntadi.

Standardisasi pengelolaan barang rampasan ke depan diharapkan terus meningkat melalui pelaksanaan acara ini. Evaluasi dan peningkatan berkala akan terus dilakukan sebagai bentuk pemenuhan tanggung jawab moral instansi kepada publik.

"Semoga kegiatan ini menjadi berkah bagi negara, menjadi titik tolak transformasi nyata Badan Pemulihan Aset, serta menjadi bukti bahwa Barang Rampasan dikelola dengan penuh tanggung jawab," pungkas Kuntadi.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat negara di antaranya Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu serta Jaksa Agung Muda Pengawasan Prof. Dr. Rudi Margono, S.H., M.Hum. Turut hadir pula Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI Dr. Leonard Eben Ezer Simanjuntak, perwakilan Kemenkeu Dr. Syukriah HG., S.H., M.Hum., dan jajaran direksi bank BNI, Mandiri, BRI, BSI, serta BTN.

Artikel terkait

Rekomendasi