BNPB Catat Banjir dan Longsor Landa Sejumlah Wilayah Indonesia

BNPB Catat Banjir dan Longsor Landa Sejumlah Wilayah Indonesia
Foto: Ilustrasi BNPB Catat Banjir dan Longsor Landa Sejumlah Wilayah Indonesia.

Sejumlah wilayah di Indonesia dilanda bencana banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem serta hujan lebat pada Sabtu (16/5/2026) hingga Minggu (17/5/2026), sebagaimana dilansir dari Lestari.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa rentetan bencana hidrometeorologi ini menimbulkan korban jiwa, merendam ribuan rumah warga, serta merusak fasilitas publik di beberapa provinsi.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan bahwa tebing yang runtuh akibat hujan lebat telah memicu tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada hari Jumat.

"Peristiwa ini mengakibatkan dua warga meninggal dunia akibat tertimbun material longsor, sementara tiga warga lainnya berhasil selamat," ungkap Abdul dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).

Tim SAR gabungan segera mengevakuasi jenazah korban menuju rumah duka, sementara longsor akibat hujan lebat selama empat jam juga terjadi di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, hingga membuat kondisi tanah menjadi labil.

"Curah hujan tersebut kemudian menyebabkan kondisi tanah menjadi labil hingga memicu longsor sekira pukul 16.00 WITA di Desa Katimbang dan Kelurahan Matangnga, Kecamatan Matangnga," papar Abdul.

Dampak longsor di Polewali Mandar tersebut mengenai 80 kepala keluarga (KK), satu fasilitas pendidikan, lahan persawahan seluas 51 hektare, serta satu akses jalan utama yang langsung direspons oleh Tim Reaksi Cepat BPBD setempat.

Sementara itu, banjir akibat luapan Sungai Mentaya setelah hujan deras di wilayah hulu sejak 12-14 Mei 2026 menerjang Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah pada hari Sabtu.

"Sebanyak 139 KK terdampak banjir luapan tersebut. Selain itu, ada 122 unit rumah terendam banjir termasuk tiga fasilitas ibadah dan enam fasilitas pendidikan," kata Abdul.

Bencana banjir luapan ini menggenangi enam desa di empat kecamatan wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, yang kemudian ditangani oleh personel BPBD melalui koordinasi lintas instansi guna penanganan lanjutan.

Hujan deras pada hari Jumat juga memicu luapan sungai di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, hingga merendam area permukiman serta persawahan warga.

"Banjir mengakibatkan 1.260 KK atau 3.790 jiwa terdampak. Wilayah terdampak tersebar di empat kelurahan dan satu desa di dua kecamatan, yakni Desa Tana Toro di Kecamatan Pitu Riase, serta Kelurahan Toddang Pulu, Arateng, Baula, dan Amparita di Kecamatan Tellu Limpoe," jelas Abdul.

BPBD Kabupaten Sidrap mencatat banjir merendam 1.260 rumah, dua sekolah, jalan, kantor pemerintah, serta merusak tanggul hingga jebol dan menggenangi lahan persawahan seluas 17 hektare.

"Langkah yang dilakukan meliputi kaji cepat, perbaikan tanggul, hingga membantu warga terdampak banjir. Kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut pada Sabtu," tutur Abdul.

Selain banjir dan longsor di beberapa wilayah tersebut, cuaca ekstrem juga melanda Kota Sukabumi, Jawa Barat, yang mengakibatkan kerusakan sedang hingga ringan pada belasan rumah warga di tujuh kelurahan.

Peningkatan intensitas hujan pada periode peralihan musim ini dinilai memperbesar risiko bencana akibat kondisi tanah lereng yang jenuh air serta sistem drainase yang kurang optimal.

"BNPB mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana diimbau untuk terus memantau informasi cuaca melalui kanal resmi seperti BMKG dan BNPB, menjaga kebersihan saluran air, serta segera melakukan evakuasi mandiri apabila muncul tanda-tanda bahaya seperti retakan tanah, suara gemuruh dari arah lereng, atau kenaikan muka air sungai secara cepat," ucap Abdul.

Pemerintah daerah diminta untuk memastikan kesiapan sistem peringatan dini, jalur evakuasi, logistik darurat, serta meningkatkan sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat di wilayah kerawanan tinggi.

Artikel terkait

Rekomendasi