PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menerbitkan instrumen Additional Tier-1 (AT1) senilai 700 juta dollar AS atau setara Rp 11,9 triliun pada April 2026. Dilansir dari Money, langkah korporasi ini bertujuan memperkokoh struktur permodalan dan mendukung ekspansi bisnis yang berkelanjutan.
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan menjelaskan bahwa penguatan modal tersebut krusial untuk meningkatkan daya saing bank. Upaya ini juga dilakukan guna memastikan kesehatan pertumbuhan perusahaan di masa depan dalam menghadapi berbagai dinamika pasar global.
"Penguatan permodalan ini semakin meningkatkan kapasitas BNI dalam mengantisipasi potensi risiko sekaligus membuka ruang ekspansi bisnis secara berkelanjutan dan sehat di masa yang akan datang," ujarnya Putrama Wahju Setyawan, Direktur Utama BNI.
Selain aksi korporasi tersebut, BNI sebelumnya telah menyepakati pembagian dividen tunai tahun buku 2025. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Senin, 9 Maret 2026, perseroan menetapkan pembagian dividen sebesar Rp 13,03 triliun kepada para pemegang saham.
Direktur Finance and Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengungkapkan bahwa penerbitan AT1 kali ini merupakan yang kedua kalinya bagi perseroan. Penerbitan pertama telah sukses dilaksanakan pada tahun 2021 untuk tujuan serupa.
"Penerbitan AT1 ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor global," kata Hussein Paolo Kartadjoemena, Direktur Finance and Strategy BNI.
Minat pasar terhadap instrumen ini tergolong sangat tinggi dengan terjadinya kelebihan permintaan atau oversubscribe hingga 3,6 kali dari nilai yang diterbitkan. Total permintaan dari investor global dilaporkan mencapai angka lebih dari 2,5 miliar dollar AS.
Surat berharga ini tercatat di Singapore Exchange (SGX) dengan karakteristik subordinasi, bersifat perpetual, serta non-cumulative. Transaksi dilakukan berdasarkan Regulation S untuk mengoptimalkan struktur modal inti tambahan bagi emiten berkode saham BBNI tersebut.
Bersamaan dengan penguatan modal, BNI mengimplementasikan transformasi bisnis bertajuk BRAVE sejak kuartal IV 2025. Inisiatif ini fokus pada pemberdayaan jaringan kantor cabang sebagai garda terdepan dalam memacu pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana murah (CASA).
Hingga Maret 2026, program transformasi tersebut berdampak positif pada kinerja keuangan perseroan. BNI mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 20,1 persen secara tahunan (yoy), didukung oleh kenaikan dana murah (CASA) mencapai 26,6 persen yoy.