BMKG Minta Yogyakarta Antisipasi Ancaman El Nino Mulai Juni 2026

BMKG Minta Yogyakarta Antisipasi Ancaman El Nino Mulai Juni 2026
Foto: Ilustrasi BMKG Minta Yogyakarta Antisipasi Ancaman El Nino Mulai Juni 2026.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerbitkan peringatan dini terkait fenomena El Nino. Pemerintah daerah dan masyarakat diimbau segera melakukan langkah antisipasi untuk menghadapi ancaman cuaca kekeringan tersebut.

Seperti dilansir dari Media Indonesia, Kepala Stasiun Klimatologi DIY Reni Kraningtyas memaparkan bahwa fenomena El Nino dengan intensitas lemah hingga moderat berpeluang muncul setelah pertengahan tahun 2026. Probabilitas terjadinya fenomena ini dilaporkan berada pada kisaran 50 hingga 60 persen.

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa curah hujan sepanjang musim kemarau tahun ini diproyeksikan masuk dalam kategori Bawah Normal (BN). Situasi ini memerlukan kewaspadaan tinggi karena dampak kekeringan mulai terasa pada Juni 2026 dan puncaknya diprediksi berlangsung dari Juli sampai Oktober 2026.

"Perlu tindakan antisipasi dampak El Nino yang berpotensi kekeringan mulai bulan Juni 2026, dan potensi kekeringan ekstrem yang diprediksi terjadi pada Juli sampai Oktober 2026," kata Reni Kraningtyas.

Dampak dari fenomena alam tersebut mencakup sejumlah risiko krusial yang perlu diwaspadai secara meluas. Risiko utama meliputi terjadinya kekeringan meteorologis akibat penyusutan curah hujan secara drastis, potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada area vegetasi kering, serta ancaman krisis pasokan air bersih bagi keperluan rumah tangga.

Langkah Mitigasi Sektor Pertanian dan Air

Menanggapi potensi bencana tersebut, BMKG menggarisbawahi urgensi mitigasi pada sektor pertanian. Seluruh petani disarankan untuk melakukan penyesuaian pola tanam secepatnya demi memperkecil risiko gagal panen akibat pasokan air irigasi yang menyusut.

Selain itu, pengelolaan sumber daya air secara efisien harus ditingkatkan di wilayah empat kabupaten dan satu kota di DIY yang memiliki riwayat rawan kekeringan. Upaya pengisian waduk, embung, dan tandon air diwajibkan berjalan maksimal sebelum periode puncak kemarau tiba.

Warga diimbau memantau perkembangan informasi iklim secara berkala melalui saluran resmi serta media sosial BMKG Stasiun Klimatologi DIY. Langkah ini penting untuk mendapatkan data valid mengenai sebaran curah hujan terkini dan peringatan dini cuaca ekstrem.

Artikel terkait

Rekomendasi