Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang berpeluang melanda sejumlah wilayah Indonesia pada periode 29 Mei hingga 1 Juni 2026. Dilansir dari Media Indonesia, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tersebut dipicu oleh dinamika atmosfer yang terpantau masih cukup aktif.
Pihak lembaga meteorologi tersebut menjelaskan bahwa situasi cuaca di tanah air saat ini masih akan didominasi oleh fenomena pemandangan langit yang basah, meskipun beberapa wilayah dilaporkan sudah mulai memasuki masa peralihan ke musim kemarau.
"BMKG memprakirakan kondisi cuaca di Indonesia secara umum didominasi hujan ringan hingga hujan lebat," ungkap BMKG pada Kamis (28/5).
Peta perkiraan cuaca menunjukkan wilayah Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan berpotensi mengalami hujan sedang. Sementara itu, wilayah Papua Pegunungan kini ditetapkan dalam status siaga akibat ancaman hujan lebat hingga sangat lebat yang berisiko disertai kilat dan angin kencang.
Peringatan dini terkait potensi angin kencang juga diterbitkan untuk area Aceh, Sumatra Utara, Riau, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, hingga Papua Selatan. Risiko bencana hidrometeorologi dinilai meningkat akibat dinamika atmosfer yang signifikan tersebut, sehingga para pemangku kepentingan dan masyarakat diminta meningkatkan kesiapsiagaan.
Bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan, penggunaan tabir surya atau pelindung sangat disarankan guna mengantisipasi paparan langsung sinar matahari di tengah kondisi cuaca yang fluktuatif. Masyarakat juga diimbau menjaga kecukupan cairan tubuh demi mencegah dehidrasi, serta menghindari tempat berlindung di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh saat hujan disertai angin kencang demi keselamatan.