Mobilitas masyarakat di wilayah Kepulauan Maluku diproyeksikan menghadapi hambatan akibat faktor cuaca pada Minggu, 17 Mei 2026. Seperti dilaporkan oleh Regional, wilayah kepulauan yang dikelilingi laut lepas ini memicu kelimpahan uap air yang meningkatkan pertumbuhan awan konvektif pembawa hujan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis laporan bahwa seluruh kota dan kabupaten di Provinsi Maluku dan Maluku Utara dipastikan akan diguyur hujan. Curah hujan yang turun bervariasi mulai dari intensitas ringan hingga sedang yang disertai udara dingin, khususnya di kawasan pegunungan.
Warga setempat diimbau untuk selalu waspada terhadap perubahan kondisi cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Penurunan suhu udara yang cukup signifikan memerlukan perhatian khusus agar daya tahan tubuh masyarakat tidak menurun dengan cepat.
Berikut adalah rincian data teknis prakiraan cuaca, rentang suhu, serta persentase kelembapan untuk sejumlah wilayah di Provinsi Maluku dan Maluku Utara pada Minggu, 17 Mei 2026.
| Wilayah / Daerah | Kondisi Cuaca | Rentang Suhu (┬░C) | Kelembapan (%) |
|---|---|---|---|
| Hujan Ringan | 25-29 | 78-97 | Hujan Sedang |
| 20-24 | 82-99 | Hujan Ringan | 27-28 |
| 76-84 | Hujan Ringan | 23-27 | 87-99 |
Antisipasi Risiko Suhu Dingin dan Keselamatan Pelayaran
Suhu udara di Kabupaten Maluku Tengah yang menyentuh angka terendah 20 derajat Celcius membutuhkan kewaspadaan ekstra dari masyarakat setempat. Kombinasi dari guyuran hujan intensitas sedang dan suhu dingin berpotensi menurunkan imunitas tubuh jika tidak diantisipasi dengan penggunaan pakaian hangat.
Selain dampak kesehatan, kondisi cuaca ini juga memicu peringatan penting bagi sektor transportasi. Mengingat mobilitas antarwilayah di Maluku didominasi oleh jalur laut, para nelayan serta operator kapal cepat disarankan untuk terus memantau pergerakan tinggi gelombang.
Ketinggian gelombang laut kerap kali meningkat secara dinamis ketika hujan dengan intensitas sedang melanda kawasan tersebut. Para pelaku transportasi laut diwajibkan selalu menyediakan peralatan keselamatan di dalam kapal serta menunda aktivitas pelayaran apabila jarak pandang di laut mulai memburuk akibat curah hujan lebat.